halomalang.com

Bebunyian yang Merajut Kebhinnekaan di Festival Dawai Nusantara 3

Sebagai venue FDN #3, Gedung Kesenian Gajayana Malang dianggap memiliki banyak rekam jejak aktivitas kesenian di Kota Malang. Termasuk di dalamnya terdapat Museum Musik Indonesia.

Unen-unen Tuban, salah satu peserta FDN #2 2016 lalu di Pendopo Taman Krida Budaya Malang. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Gedung Kesenian Gajayana dipilih menjadi venue event tahunan Festival Dawai Nusantara yang pada 2017 ini memasuki musim ke-3.

Dihelat pada Jumat 20 Oktober 2017, FDN #3 diikuti belasan seniman dawai (individu/kelompok) dari berbagai provinsi di Indonesia dengan mengusung tema 'Merajut Kebhinekaan Dengan Bebunyian Dawai Nusantara'.

"Membaca Indonesia dalam konteks sekarang hendaknya dilihat dengan geliat kebudayaan, di antaranya, dengan munculnya banyak ruang-ruang estetika yang saling bersinergi dengan musik," ujar Redy Eko Prastyo, penggagas FDN dalam rilisnya (24/09/2017).

Gedung Kesenian Gajayana Malang dianggap memiliki banyak rekam jejak aktivitas kesenian di Kota Malang. Termasuk di dalamnya terdapat Museum Musik Indonesia- yang mendukung ruang data musik, dan tentunya sebagai ruang pusat data ribuan rekam jejak karya-karya musik anak bangsa.

"Musik di mana elemen dasarnya adalah bunyi, tentunya sangat efektif dan strategis dalam meresonansikan entitas ke Indonesiaan, adapun idiom-idiom dari musik yang berbasis budaya lokal, di antaranya alat musik berupa dawai," sambung Redy.

"Melalui bebunyian dawai ini diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk merajut simpul simpul keberagaman bangsa ini menjadi sebuah entitas yang kaya akan potensi budaya nya dengan tetap berpegang pada citra dan rasa bangsa ini sebagai bangsa yang Bermartabat melalui ranah kebudayaan di mata dunia,"

Event FDN #3 hanya digelar 1 hari saja Ngalamers, ini berbeda dengan dua festival sebelumnya yang digelar hingga 3 hari. Penyelenggara menyebut hanya ingin menyajikan porsi bebunyian yang cukup.

Gathering pegiat alat musik dawai tanah air ketiga ini akan diikuti oleh:

1. Azis Franklin delegasi dari Malang.
2. Etlabora Poni delegasi dari Subang Jawa Barat.
3. Ali Gardy : delegasi dari Situbondo.
4. Nama penyaji group :Nusa Tuak dari NTT.
5. Nama penyaji personal/Ganzer Lana Sasandois ,delegasi NTT/Jogja.
6. Nama penyaji group: Joko Porong delegasi Surabaya.
7. Nama penyaji personal: Gregorius Argo delegasi dari Kalbar. 8. Nama penyaji : Miho Bawakng , delegasi dari Jogja.
9. Nama penyaji group TOPA delegasi Tenggarong Kaltim.
10. Nama penyaji personal : Syech Razie delegasi Jakarta.
11. Nama Penyaji Mustafa Daood n Friends Delegasi USA.
12. nama penyaji group Unen-Unen rengel delegasi dari Tuban.
13. Nama penyaji SAUNG SWARA, pak Meng project delegasi dari Salatiga.
14. SriMara dari Surakarta.

"Melalui momentum ini diharapkan ini menjadi kesadaran bersama bahwa musik dalam hal ini,tidak hanya selesai dalam ranah pertunjukan serta hasil bunyinya saja, tapi musik sebagai media penyeimbang menuju bangsa yang bermartabat," pungkas Redy.

[Redy Eko Prastyo, Penggagas Festival Dawai Nusantara]



BACA JUGA