halomalang.com

​Foto: Batik Tulis Celaket dan Suara Perdamaian di Hari Batik Nasional

'Kita berkumpul hari ini untuk memperjuangkan keberagaman, toleransi, dan solidaritas. Batik adalah simbol toleransi dunia,'

'Batik: World Tolerance' menjadi tema Hari Batik Nasional yang dirayakan di Kota Malang. 02/10/2017 (Foto: W. Arief/Halomalang)

Hari Batik yang dirayakan setiap 02 Oktober menjadi momen yang berharga bagi ratusan mahasiswa, pemuda, sejumlah pejabat, serta pegiat fashion yang hadir di halaman Balai Kota Malang (02/10/2017).

"Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki ciri khas batik masing-masing, tidak ada satupun dari kita yang mempermasalahkan. Motif, bentuk, rupa maupun cara. Yang patut dipahami, kita melihat batik dan menjadi saling menghormati, menghargai. Dan memandangnya sebagai seni keindahan," ujar perwakilan lintas organisasi mahasiswa Cipayung Malang.

Hadir di momen ini, aktivis perempuan dan juga Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka ikut menyuarakan Deklarasi Batik. "Hari ini adalah Hari Batik Nasional 02 Oktober yang bertepatan dengan Hari Anti Kekerasan Sedunia. Kita berkumpul hari ini untuk memperjuangkan keberagaman, toleransi, dan solidaritas. Batik adalah simbol toleransi dunia," kata Rieke.

Berikut bunyi deklarasi yang dibaca bersama-sama oleh peserta Hari Batik 2017:

1. Kami, Putra dan Putri Indonesia bersama generasi muda dunia, berikrar: terus berjuang, menjaga kenyataan, keberagaman bangsa-bangsa dunia.

2. Menolak kekerasan, stigmatisasi, dan penyebaran kebencian dalam bentuk apapun, oleh siapapun, kepada siapapun.

3. Mendorong penyelesaian konflik secara damai, berperikemanusiaan yang adil dan beradab.

4. Membantu penanganan korban, tragedi kemanusiaan dalam semangat perdamaian dunia.

5. Menjaga dan memperjuangkan kehidupan yang harmonis tanpa memandang perbedaan, agama, suku, ras, dan golongan.

Semua peserta mengenakan batik, termasuk Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, perwakilan Dirjen Kementerian Koperasi, perwakilan Kemdikbud, Kemenpar, Kadisbudbar Kabupaten Malang, Forum Komunikasi Antar Umat Beragama, anggota DPR RI dan para Mahasiswa IKIP Budi Utomo yang menjadi motor event ini bersama Batik Tulis Celaket Malang.

"Kami mencoba berkolaborasi, mengangkat bagaimana batik menjadi spirit ikon utama budaya Indonesia. Kami juga mendorong spirit, batik sebagai pemersatu bangsa," ujar Dr. Nurcholis, perwakilan dari IKIP Budi Utomo sekaligus Batik Tulis Celaket.

Usai deklarsi, sejumlah model dari memperagakan busana khas Batik Tulis Celaket di atas panggung berkarpet hijau.

Selamat Hari Batik Nasional!

[WA]



BACA JUGA