Sunday, 22 October 2017
halomalang.com

Mengapa 12 Oktober Diperingati Sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur?

12-Oct-2017 [11:01]
Jawa Timur memiliki semboyan yang abadi di logo resmi provinsi 'Jer Basuki Mawa Beya', yang bermakna "Bahwa untuk mencapai suatu kebahagiaan diperlukan pengorbanan"

Ilustrasi. Monumen Tugu Malang dan Reog Ponorogo. (Halomalang)

Hari ini 12 Oktober 2017 dirayakan sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke-72 loh Ngalamers. Di Upacara peringatan yang digelar di Surbaya hari ini, Gubernur Soekarwo menyampaikan, HUT Provinsi Jatim ke-72 merupakan momentum untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, kebanggaan daerah serta merupakan sarana mendorong semangat memiliki dan membangun daerah serta memperkuat rasa kecintaan masyarakat .

"Hikmah terpenting memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur adalah sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan sejarah Jawa Timur yang penuh dinamika hingga bisa mencapai kemajuan untuk kesejahteraan rakyat yang lebih baik," kata Pakde Karwo, seperti dirilis laman resmi Jatimprov. (12/10).

Menurutnya, saat ini Jatim masih punya pekerjaan rumah, yakni mendapatkan porsi kebijakan strategis yang tinggi: pertambahan angkatan keja baru di tahun 2018 mencapai 326.629 orang, sehingga angkatan kerja kita diperkirakan mencapai 21.216.629 orang, naik dari posisi 2017 yang mencapai 20.890.000 orang. Jatim terkenal akan banyak ragam khas budaya, dan entitasnya yang heterogen.

Tapi di luar itu, sebagai masyarakat Jatim, apakah Ngalamers tahu kenapa HUT Provinsi di timur pulau Jawa ini diperingati setiap 12 Oktober? Berikut kutipan dari laman resmi pemprov Jatim.

Wilayah Jawa Timur terbagi menjadi dua bagian besar Jawa Timur daratan dan Kepulauan Madura. Wilayah daratan Jawa Timur sebesar 88,70 persen atau 42.541 km2, sementara luas Kepulauan Madura memiliki luas 11.30 persen atau sebesar 5.422 km2. Jumlah penduduknya pada tahun 2010 mencapai 37.476.757 jiwa . (Sumber : Database BPS Tahun 2010 ).

Secara administratif Jawa Timur terbagi menjadi 29 kabupaten dan 9 kota, dengan Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi. Ini menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi yang memiliki jumlah kabupaten/kota terbanyak di Indonesia.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, proses pembentukan struktur pemerintahan dan wilayah Jatim ternyata memiliki perjalanan panjang. Dari sumber-sumber epigrafis dalam bentuk batu bertulis (Prasasti Dinoyo) diketahui bahwa sejak abad VIII, tepatnya tahun 760 di Jawa Timur telah muncul suatu satuan pemerintahan, Kerajaan Kanjuruhan di Malang, dengan status yang sampai kini masih diperdebatkan.

Pada abad X, Jawa Timur menapaki fase baru, dari yang semula merupakan wilayah pinggiran dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, kemudian mendapatkan momentum sebagai pusat kekuasaan berbagai kerajaan, seperti Medang (937 - 1017), Daha-Janggala (1080-1222), Singhasari (1222-1292) dan Majapahit (1293 -1527). Dalam hal ini , MPu Sendok (927-947) adalah tokoh paling berjasa yang berhasil meletakkan dasar-dasar pemerintahan di Jawa Timur. Struktur pemerintahannya secara hierarkhis terdiri dari Pemerintah Pusat (Kraton), Watek (Daerah) dan Wanua (Desa). Struktur ini terus bertahan sampai abad XIII zaman Singhasari/Singosari.

Selanjutnya, di abad XIII terjadi perkembangan baru dalam struktur ketatanegaraan di Jawa Timur, ditandai dengan munculnya sebuah struktur baru dalam pemerintahan, yaitu Nagara (Provinsi). Berdasarkan Prasasti Mulamalurung (1255) dari masa Wisnu Wardhana yang juga bergelar Sminingrat menyatakan bahwa struktur pemerintahan Singosari dari Pusat (Kraton), Nagara (Provinsi), Watek (Kabupaten) dan Wanua (Desa).

Susunan tersebut mendapatkan berbagai penyempurnaan di jaman Majapahit, terdiri dari Bhumi (Pusat/Kraton), Negara (Provinsi/Bhatara), Watek/Wisaya (Kabupaten/Tumenggung), Lurah/Kuwu (Kademangan), Thani/Wanua (Desa/Petinggi) dan paling bawah Kabuyutan (Dusun/Rama). Anehnya struktur kenegaraan Majapahit (1294-1527) justru berkembang secara ketat pada masa Mataram (1582 -1755). Wilayah Mataram dibagi secara konsentris terdiri dari Kuthagara/Nagara (Pusat/Kraton), Negaragung/Negaraagung (Provinsi Dalam), Mancanegara (Provinsi luar ), Kabupaten dan Desa. Secara etimologis, sebutan Jawa Timur pada zaman Mataram Islam muncul dengan nama 'Bang Wetan', dengan wilayah meliputi seluruh Pesisir Wetan dan Mancanagara Wetan (pedalaman Jawa Timur).

Setelah huru-hara China di Kartasura (1743), seluruh wilayah pesisir utara Jawa dan seluruh Pulau Madura jatuh ke tangan Kompeni, sedang daerah Mataram tinggal wilayah pedalaman Jawa (Mancanagara Wetan -Mancanagara Kulon).

Dengan berakhirnya Perang Dipanegara (1830), seluruh Jawa Timur (Bang Wetan) dapat dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Dari tahun 1830-1928 /1929, Belanda menjalankan pemerintahan dengan hubungan langsung Pemerintah Pusat VOC di Batavia derngan para Bupati yang berada di wilayah kekuasaanya. Pemerintah Hindia Belanda yang sejak awal abad XX menerapkan politik imperialisme modern melakukan intensifikasi pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Provinsi Jawa Timur (Provincient van Oost Java ) pada tahun 1929, dengan struktur pemerintahan, wilayah, dan birokrasi tidak jauh berbeda seperti yang ada sekarang. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945) seperti daerah lain, Jawa Timur berada di bawah pendudukan militer Jepang.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menata kehidupan kenegaraan. Berdasarkan Pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 pada tanggal 19 Agustus 1945 oleh PPKI dibentuklah provinsi dan penentuan para gubernurnya.

R.M.T. Soeryo yang kala itu menjabat Residen Bojonegoro ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur yang pertama. R.M.T Soeryo yang dilantik tanggal 5 September 1945, sampai tanggal 11 Oktober 1945 harus menyelesaikan tugas-tugasnya di Bojonegoro, dan baru pada 12 Oktober 1945 boyong ke Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur yang menandai mulai berputarnya mekanisme Pemerintahan Provinsi Jawa Timur.

Perjalanan sejarah inilah yang menjadi pertimbangam. Kemudian diterbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur dan akan diperingati secara resmi setiap tahun, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota di seluruh Jawa Timur.

Oh iya, Jawa Timur memiliki semboyan yang abadi di logo resmi provinsi 'Jer Basuki Mawa Beya', yang bermakna "Bahwa untuk mencapai suatu kebahagiaan diperlukan pengorbanan".

Selamat ulang tahun!



PROMO KULINER HARI INI

Pakai Seragam Sekolah & Dapatkan Diskon di Juarez Ice Cream
@juarezicecream adain #PROMOANAKSEKOLAH buat temen temen dari TK sampe SMA.cukup...

CFC WOW Diskon 30ribu
Dapatkan segera promo diskon 30ribu untuk pembelian lewat aplikasi Go-Food
CFC WOW Diskon 30ribu
Dapatkan segera promo diskon 30ribu untuk pembelian lewat aplikasi Go-Food

CFC WOW Diskon 30ribu
Dapatkan segera promo diskon 30ribu untuk pembelian lewat aplikasi Go-Food

KFC Delivery Day
8 pcs Hot & Crispy Chicken dan 3 Pepsi Can cuma Rp120.000*
KFC Delivery Day
8 pcs Hot & Crispy Chicken dan 3 Pepsi Can cuma Rp120.000*

KFC Delivery Day
8 pcs Hot & Crispy Chicken dan 3 Pepsi Can cuma Rp120.000*


PROMO LIFESTYLE HARI INI

Wedding Package Hotel Solaris Malang
Wedding package at Hotel Solaris Malang start from 23.000.000 nett.
Wedding Package Hotel Solaris Malang
Wedding package at Hotel Solaris Malang start from 23.000.000 nett.

Wedding Package Hotel Solaris Malang
Wedding package at Hotel Solaris Malang start from 23.000.000 nett.

Diskon Spesial 10% Dari Kidzo Store
Kidzo diskon 10% untuk pembelian mainan kayu edukatif.
Diskon Spesial 10% Dari Kidzo Store
Kidzo diskon 10% untuk pembelian mainan kayu edukatif.

Diskon Spesial 10% Dari Kidzo Store
Kidzo diskon 10% untuk pembelian mainan kayu edukatif.

Diskon Rp. 75.000 By Balin.id
Diskon spesial sebesar Rp. 75.000 untuk setiap pembelian.
Diskon Rp. 75.000 By Balin.id
Diskon spesial sebesar Rp. 75.000 untuk setiap pembelian.

Diskon Rp. 75.000 By Balin.id
Diskon spesial sebesar Rp. 75.000 untuk setiap pembelian.

Promo Grand Opening Happy Puppy
Promo Grand Opening Happy Puppy


BACA JUGA