halomalang.com

​Saling Silang Gagasan di Kelas Kreatif Menyeni Rupa Bersama

"Dialektika antar seniman bisa dibagun dengan dengan ruang-ruang seperti ini. Tapi yang utama dari semangat kami adalah kebahagiaan dalam berbagi,"

Feri Said (dua dari kanan) bersama seniman muda kelas kreatif Menyeni Rupa Bersama di Komunitas kalimetro. Jum'at, 24/11/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Kelas kreatif Menyeni Rupa Bersama yang dinisiasi Komunitas Kalimetro sejak Maret 2017 untuk kali pertama menyapa khalayak dengan pameran karya bersama, Jumat - Senin (24 - 27 November) 2017 di Wisma Kalimetro, Malang.

Enam perupa yang akan menampilkan karyanya antara lain, Nadiatus (Mahasiswa Hukum Unisma), Ilyas (Mahasiswa FILKOM UB), Agustina (Mahasiswa DKV UM), Va (Alumnus POLINEMA), Odang (Mahasiswa FILKOM UB), Ayuma (Mahasiwa FIA UB).

"Ini memberikan ruang bagi mereka yang muda-muda untuk berekspresi. Kami juga mengajak seniman yang sudah mumpuni di bidang seni rupa (lukis). Ada mas Maruto, Indra Setiawan, Sawir Wirantho dan Hengki Irawan. Pameran bersama, bukan maksud senioritas atau gimana. Murni untuk memotivasi para peserta," ujar Feri H. Said, pemandu kelas Kreatif, Jumat (24/11/2017).

Feri adalah seorang pelukis, namun di jagat seni pertunjukan ia dikenal seorang sebagai gitaris yang handal. Karyanya bisa ditelusuri di beberapa titik kota Malang, seperti Patung Topeng Malangan di gerbang masuk Malang Night Market, juga Patung Kendedes di Taman Rekreasi Kota Malang.

Keenam perupa muda ini dinilai Feri sudah siap untuk berpameran. Kebanyakan ilustrasi dengan pensil atau tinta. Ada saling silang gagasan yang diinginkan dari event ini. "Dialektika antar seniman bisa dibagun dengan dengan ruang-ruang seperti ini. Tapi yang utama dari semangat kami adalah kebahagiaan dalam berbagi. Pengalaman dan cara, tidak perlu yang eksklusif. Berproses seni rupa juga seperti itu," sambung Feri.

Gitaris Hankestra ini juga sedikit bercerita bagaimana salah satu peserta di kelasnya 'menemukan kembali jalan seni-nya': melukis. "Awalnya tanpa dukungan orang tua. Kuliah juga bukan di jurusan seni. Tapi ketika ia sudah membuktikan kemampuannya, semuanya kini lebih terbuka. Ini yang mungkin banyak kurang dimengerti anak-anak muda sekarang. Bukti (karya) adalah yang utama, yang lain akan mengikuti. Jangan menuntut ini itu dulu. Dan yang penting mau belajar,"

Kelas Menyeni Rupa Bersma di Kalimetro rutin digelar tiap hari Jumat pukul 16.00 WIB. Kelas ini memberikan ruang belajar bebas bagi kaum muda dengan semangat dan minat ke seni rupa dengan suasana yang dibangun interaktif.

Di pameran bersama ini, tak hanya menghadirkan perupa mumpuni Malang, juga para musisi.

Di hari pertama, (24/11) ada Akupili Spesial dari Han Farhani dan Hengky Irawan, 19.00 - 21.30 WIB. Sabtu (25/11) ada Sketsa Bersama dengan model Ayu Kusuma (Nominator Miss Indonesia perwakilan Jatim), 19.00 - 21.30 WIB. Minggu (26/11) ada Lokakarya Kriya dari NADSKI Semeru Art Shop, 19.00 - 21.30. Senin (27/11) ada Cerita Pelukis tentang seni rupa dan apresiasi sebuah kota, serta performing art Teater Komunitas, 19.00 - 21.30 WIB

Ngalamers silakan dateng ke Komunitas Kalimetro, Jl. Joyosuko Metro no. 42 Merjosari Kota Malang. Free!

[WA]



BACA JUGA