Monday, 17 December 2018
halomalang.com

​Coban Putri yang Kian Berbenah, Cocok Untuk Area Camping

Suasananya cukup tenang, dan sejuk. Karena berada dalam sebuah cerukan yang rindang.

Coban Putri berada di kawasan perhutani Tlekung, Kota Wisata Batu. Cocok untuk kegiatan berkemah. Senin, 11/12/2017 (Foto: W.Arief/Halomalang)

Sekitar delapan bulan lalu, mungkin Ngalamers masih merasakan sulitnya akses menuju air terjun (coban) di sisi kiri Jalur Lintas Barat Batu ini. Jalan tanah yang berliku ketika hujan, rimbun belukar yang menaungi, dan hanya kendaraan roda dua (trail) yang nyaman melaluinya.

Tapi kini, kawasan Coban Putri sudah mulai berbenah. Meski hanya ditata dengan batu makadam, namun kendaraan roda 4 sudah bisa masuk hingga area patung berbentuk tangan yang populer. Di area parkir roda 4 ini Ngalamers bisa melihat hamparan hutan Pinus yang masih asri, tepat di kaki Panderman. Untuk berfoto di patung tangan dan sebuah ayunan 'ekstrem', cukup sisihkan Rp10.000.

Area air terjun masih 15 - 20 menit berjalan kaki. Untuk sepeda motor, bisa langsung turun di area parkir yang disediakan tak jauh dari coban. Ketika kami berkunjung pada Senin (11/12) tampak sejumlah warga Tlekung (LMDH/Perhutani) tengah memperbaiki akses jalan di sekitar area outbond dan camping ground. Fasilitas ini memang belum terlihat sempurna. Termasuk taman yang dan kolam yang akan dibangun di bawah lokasi air terjun, tampak material bangunan yang menunggu ditata.

"Mulai ditata enam bulan kemarin. Ini kami sedang menyiapkan kolam untuk sepeda air," ujar Andik, salah satu pekerja.

Kolam ini tepat berada di bawah jembatan bambu di antara dua air tejun yang berdampingan: Coban Putri. Airnya tidak terlalu deras, cenderung mengalir mengikuti bebatuan. Ada kolam penampungan di coban yang berada di dekat ayunan. Suasananya cukup tenang, dan sejuk. Karena berada dalam sebuah cerukan yang rindang.

"Air terjun yang itu (tanpa kolam) sebelumnya tertutup tanaman, tidak terlihat sama sekali. Lalu kita (warga/LMDH/Perhutani) kerja bakti membuka, dan menata area ini," ujar pak Kosim, warga Tlekung yang tengah menata area taman.

Air di Coban Putri kata pak Kosim relatif terjaga debitnya dan bersih, karena di bagian hulu sudah banyak dibagi untuk ragam kebutuhan warga. Coban Putri tepat di bawah kawasan wisata alam Coban Rais, Oro-oro Ombo.

Kawasan Coban Putri ini memang dikenal area hutan yang masih bagus, banyak satwa, dan seringkali turun kabut. "Dulu, sebelum dibuka, saya tidak berani kalau mencari rumput di sini sendirian. Jam 11 siang seperti menjelang magrib, cuacanya kabut," kata pria berusia awal 60an ini.

Sekarang sudah tersedia dua bangunan permanen yang berfungsi sebagai warung makan dan rest area. Sebuah ayunan, fasilitas flying fox, dan kamar mandi sudah tersedia. "Sudah banyak yang berkemah di sini, kemarin ada dari pasuruan menginap 3 hari. Di sini sudah disiapkan lahan 2,5 ha untuk camping ground," imbuh Kosim. Ngalamers yang ingin berkemah, bisa menghubungi pihak pengelola terlebih dahulu.

Untuk masuk ke area Coban Putri, Ngalamers bisa mengikuti penunjuk arah dari masuk Jalur Lintas Barat Batu, sekitar 600 meter di kiri jalan ada gerbang sederhana menuju kawasan. Tiket masuk dibanderol Rp.8000,- dan parkir roda 2 Rp.3000,-

Ketika cuaca hujan seperti saat ini, disarankan untuk datang lebih pagi & siapkan payung.

[WA]



BACA JUGA