halomalang.com

Pameran Karya dan Mini Showcase Pertama Taman Bacaan Masyarakat se-Malang Raya

28-Dec-2017 [12:56]
"Ini pameran pertama kami. Sebagai penyemangat adik-adik di taman baca. Mereka tak hanya belajar menulis atau baca, tapi punya karya yang layak diapresiasi,"

Pameran karya dan mini showcase TBM se-Malang Raya pertama digelar di Gedung Dewan Kesenian Malang, 26-27 Desember 2017. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Tarian Kontemporer dari TBM Kampung Zentana dan Jaran Monel kreasi adik-adik Omah Backpacker menutup dua hari Pameran Karya dan Mini Showcase Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se -Malang Raya di Dewan Kesenian Malang, Rabu (27/12/2017).

"Kita tidak boleh melupakan lagu-lagu atau tari-tari daerah dari berbagai wilayah Indonesia, seperti tarian dari Papua tadi," ujar Galang, salah satu anggota penari kontemporer. Galang dan 8 orang rekannya masih berusia SMP/SMA.

Mereka mengenakan kostum ala Papua warna-warni dengan hiasan daun sederhana di kepala. Sementara 3 penari Jaran Monel yang masih berusia SD, mengenakan kostum sederhana dominan batik. Meski tanpa panggung mewah, semangat mereka patut diapresiasi. Kedua TBM ini berasal dari wilayah Karangploso, Kabupaten Malang.

"Jaran Monel itu adaptasi Jaran Kencak dari budaya Bromo yang ada di sekitaran Tumpang/Jabung. Kuda yang menari. Tapi saya kurang tahu persis sejak tahun berapa, oleh bapak Winarto Ekram diwujudkan dalam koreografi. Nah jadilah Jaran Monel,"kata Ajeng, pelatih tari dari Omah Backpacker (27/12/2017)

Jaran Monel ini memang tak memakai Kuda, kata Ajeng. Hanya koreografi penarinya yang menirukan gerakan kuda.

Pengenalan budaya merupakan bagian dari edukasi yang diusung Forum Komunikasi Taman Bacaan Masyarakat Malang Raya (FKTBM) Malang Raya. Ada 100 lebih karya seni (lukis, kriya, film) yang dipamerkan oleh 21 TBM anggotanya.

"Ini pameran pertama kami. Sebagai penyemangat adik-adik di taman baca. Mereka tak hanya belajar menulis atau baca, tapi punya karya yang layak diapresiasi," ujar M. Toha Mansyur, koordinator pameran. Mansyur sendiri adalah pegiat di Kampung Sinau Cemorokandang, Kab. Malang.

"Tadi siang ada pemutaran film pendek karya anak Kampung Sinau, judulnya 'Dandelion'. Sorenya kita belajar membuat topi dan aneka kerajinan dari daun kelapa bersama Taman Baca Krambil," sambung Mansyur, Selasa (26/12/2017).

Satu gedung menampilkan aneka kerajinan seperti miniatur rumah (TBMD Jl. Ir Rais), Batik Celup (Rumah Sebuku), Kolase Kain Perca, Big Book (Ruang Baca Aqil), Wood Print (Kampung Sinau), Naskah Puisi dan galeri Foto (GPAN), dan banyak ragam karya lain yang juga memiliki nilai ekonomi. Sementara di gedung lain terpampang karya lukis, ilustrasi, serta Topeng Malangan.

"Ini, Big Book adalah kreasi kita (FKTBM) sendiri, metode yang menyenangkan bagi adik-adik usia PAUD untuk belajar. Warna-warni dan bentuk benda yang dikolase tak bisa ditolak menariknya," pungkas Mansyur.

Terlepas dari itu, ada hal sama yang menjadi uneg-uneg para pegiat FKTBM, yakni ruang berekspresi yang mereka rasa kurang di Malang.

"Saya mencatat, ada sekitar 200 komunitas (beragam basis) di Malang Raya yang aktif berkegiatan. Dan mereka butuh ruang-ruang kreatif, gedung yang representatif, juga tidak mahal sewanya. Kita terus terang kesulitan mencari lokasi seperti itu di Malang," kata Eko Cahyono, salah satu pengurus FKTBM.

Menurut Eko, saat ini komunitas-komunitas tersebut lebih sering berkegiatan dari kafe ke kafe, coworking space, atau toko buku yang menyediakan ruang, meski terbatas.

"Kadang kita di ruang publik (alun-alun, taman kota) juga kucing-kucingan sama petugas. Di tempat besar, sewanya juga mahal. Padahal event kita sering tanpa HTM (gratis). Semoga nanti ada orang dermawan atau siapa mau yang membuat gedung/tempat khusus untuk kegiatan komunitas. Karena komunitas-komunitas ini memiliki peran mengangkat nama Malang," pungkas pustakawan Perpus Anak Bangsa, Jabung ini.

Santoso Mahargono, ketua FKTBM menutup kegiatan pameran karya dan mini showcase di Dewan Kesenian Malang ini dengan sebuah catatan, "Terima kasih untuk sahabat-sahabat semua . Catatan pentingnya, kegiatan ini akan digelar kembali dengan yang lebih besar, dan berlokasi lebih strategis, Insyaallah tahun depan,"

[WA]



BACA JUGA