halomalang.com

​Semangat Kolektif di WAKTURUANG: Kayutangan Vol. 2

Kawasan Kayutangan yang dulunya adalah tempat favorit di Malang nampaknya harus menjadi fokus dan perhatian khusus oleh masyarakat dan pemerintahan kota, untuk kembali merawat, menjaga dan mengenalkan akan aset history yang masih ada.

WAKTURUANG: Kayutangan Vol.2, Momentum bagi anak muda, masyarakat, dan pemerintah untuk kembali menghidupkan kawasan historis Kayutangan.

WAKTURUANG: Kayutangan adalah sebuah proyek komunitas A Day to Walk bersama rekan-rekan yang diadakan di Kayutangan (Jl. Basuki Rahmat RW.01, RW. 02, RW. 09 dan RW.10). WAKTURUANG adalah sebuah formula yang kami temukan dari sebuah proses kreatif yang kami jalani, yaitu dimana WAKTU yang bertemu dengan RUANG akan menjadi sebuah momentum. WAKTU mewakili sebuah peristiwa yang dapat dialami dari masa lalu melalui masa kini menuju masa depan. RUANG mewakili sebuah tempat yang memiliki nilai dimana segala yang ada tidak terbatas.

Kami merespon kawasan Kayutangan berawal dari kesadaran kami bahwa Kota Malang tidak hanya memiliki satu kawasan Kota Tua atau Kota Lama seperti di Jakarta atau Semarang. Kayutangan adalah kawasan yang memiliki potensi wisata kota dengan konsepwalking tourpada kawasan Heritage. Menyusuri Kayutangan dengan cara berjalan kaki kita akan menemui spot-spot yang menarik di sepanjang koridor Kayutangan dan dalam kampung, seperti toko-toko dan bangunan kuno yang masih eksis sejak tahun 40’an seperti Taman Tembakau, Toko Riang, Toko Modern, Megaria, Toko Lido, bangunan kembar di perempatan Kayutangan, bangunan PLN kota Malang, Monumen Chairil Anwar hingga sisa puing bangunan Bioskop Merdeka yang kini sudah tidak merdeka. Berjalan kaki menyusurikampung kayutangan menjumpai Pasar Talun, kanal sungai, terowongan dan beberapa bangunan rumah lawas lainnya di kawasan Kayutangan.

Pada bulan Mei 2017 kemarin, kami mencoba merespon adanya Pasar Talun sebagai tempat alternatif berkegiatan bersama warga yang bertujuan untuk mengangkat dan mengenalkan sejarah Kayutangan. Pasar yang dimana kami yakini sebagai salah satu penyokong kebutuhan pangan di daerah tersebut, dan Pasar Talun menjadi unik selain sejarahnya pasar ini masih beroperasi hingga sekarang. Berada di tengah-tengah perkampungan, pasar Talun ini tidak terlalu luas, namun keguyuban antar pedagang dan warga sekitar yang menjadikan suasana Pasar ini hangat. Pada Bulan Mei lalu Kami merespon Pasar Talun dengan membuat kegiatan seperti pamera foto di pasar, Fashion street, diskusi, hingga Layar Tancap di Pasar.

Pasar Tradisional ini masih eksis dengan para pedagang yang berasal dari warga sekitar maupun warga luar Kayutangan. Pak Seger, seorang penjual jamu yang berjualan lebih dari 40 tahun berujar “Dulu pasar ini sangat ramai, sekarang mulai sepi. Ya, hanya kita-kita ini yang tersisa”. Pun juga dari hal ini pada , 6-7 Mei 2017 kami berinisiatif untuk membuat kegiatan yang bertajuk WAKTURUANG: KAYUTANGAN yang berpusat di Pasar Talun.

Kawasan Kayutangan yang dulunya adalah tempat favorit di Malang nampaknya harus menjadikan fokus dan perhatian khusus oleh masyarakat dan pemerintahan kota, untuk kembali merawat, menjaga dan mengenalkan akan aset history yang masih ada, untuk menjadikan salah satu jujukan atau destinassi wisata kota. Pada bulan Desember kali ini (15,16,17) kami bersama rekan-rekan kembali berkegiatan di Kayutangan masih bertajuk WAKTURUANG: KAYUTANGAN Vol.2, yang menjadi fokus utama dalam kegiatan ini adalah warga setempat berangkat dari kegiatan pada bulan lalu kami fokus pada potensi masyarakat di Kayutangan untuk berkegiatan bersama. Wins the Local yang menjadi fokus terhadap kegiatan ini dengan berkolaborasi dari berbagai bidang profesi.

Kegiatan ini selain juga mengulas dan mengenalkan kembali sejarah Kayutangan, juga sebagai pemantik semangat masyarakat sekitar, khususnya anak-anak muda di Kota Malang untuk lebih peduli terhadap sejarah kota. Melalui masyarakat lokal, kita bisa lebih dekat dengan kondisi kota hari ini. Kegiatan ini kami lakukan secara swadaya dan kolektif yang melibatkan langsung dari masyarakat setempat, Karang taruna hingga anak muda yang turut berkolaborasi dalam WAKTURUANG: KAYUTANGAN.

Segala hal yang kami upayakan dalam WAKTURUANG: KAYUTANGAN adalah tekad kami untuk selalu menanam semangat baik pada kota ini, dengan warga, teman-teman lintas komunitas, hingga pihak pemerintah. Juga dengan semangat kolektif dan saling menjadi pemantik guna menumbuhkan kesadaran dan inisiatif bagi siapapun dan dimanapun untuk berkegiatan bersama dengan sekitarnya. Semoga semangat baik ini juga akan menemukan ruang-ruang lain di kota ini, dan besar harapan kami untuk generasi muda kota Malang tidak melupakan sejarah kotanya. Sebab, menjadi asing di kota sendiri adalah hal yang sia-sia. Salam! Uklam Tahes Jes!

Jadwal selengkapnya, follow @adaytowalk

[A Day To Walk]



BACA JUGA