halomalang.com

​Dinginnya Selecta dan Godaan Mie "Instan" Soden yang Melegenda

Jauh-jauh ke Selecta di malam hari, dingin, hanya untuk seporsi mie instan?

Warung Mie Soden Selecta, hampir setiap hari dipadati pengunjung yang didominasi para anak muda. Kamis, 14/12/2017 (Foto: Arinta-Arief/Halomalang)

Banyak istilah yang sudah melegenda untuk menyatakan betapa dekatnya mie instan dengan kehidupan masyarakat urban, seperti: "Teman setia saat kuliah, tapi tak pernah disebut dalam ucapan terima kasih skripsi", "Modifikasi mie instan yang bikin ngiler". Atau khayalan yang selalu dihubung-hubungkan seperti, hujan dan mie instan, pendaki gunung dan mie instan, hingga kepada sebuah pertanyaan "Kenapa mie instan bikinan warung lebih enak daripada bikinan sendiri?"

Hujan belumlah reda. Kamis, (14/12) Pukul 20.00 waktu Kota Malang kami bergegas meluncur ke Kota Wisata Batu untuk membuktikan keabsahan pertanyaan tersebut. Tujuannya adalah sebuah warung kopi sederhana di sisi gerbang masuk kawasan wisata buatan tertua di Batu, Selecta. Adalah Warung Mie Soden, nama ini sudah menjadi legenda di antara para pecinta mie instan, khususnya para mahasiswa di Malang.

Sejam kemudian kami tiba. Cuaca begitu dingin khas Selecta yang berada di kaki Anjasmoro. Ada puluhan anak muda yang telah mengisi bangku-bangku sederhana di warung bambu ini. Dari gestur dan berpakaiannya, terlihat mereka kebanyakan para mahasiswa. "Mie goreng satu, mie kuah dobel 1, kopi, air putih anget dan teh susu," ini daftar yang kami tulis. "Oke" jawab ramah pria berbaju flanel kotak-kotak plus celemek memasak ini. Ia adalah Sam Soden yang terkenal itu. Warung ini sudah beroperasi 17 tahun (2001). Soden memasak sendiri, tapi ia dibantu dua orang untuk mengantarkan pesanan dan mencuci piring.

Untuk diketahui, mie instan goreng adalah menu utama di Warung Mie Soden. Tapi kalian juga bisa pesan mie kuah. Dan Teh Susu adalah minuman yang wajib kalian cicipi, termasuk cemilan aneka krupuk, sate usus dan sate telur.

Sekitar 40 menit mie goreng kami tersaji, sekitar 20 menit kemudian mie kuah menyusul. Ini adalah waktu yang dimaklumi bersama para pelanggan setianya. Satu jenis pesanan dimasak berbarengan dalam wajan besar (sekitar 12 porsi) dan disajikan dalam piring keramik putih. Mie instan goreng, plus bumbu standar, sawi hijau, irisan cabe, dan telur orek ini dibanderol Rp5000/porsi. Soal rasa, tentu tak mengecewakan.

"Karena, pada dasarnya saya suka Indomie. Daaan, yang tidak bisa dibeli di sini adalah ambience-nya," kata Yuwono Oktav, pelanggan setia Soden asal Malang.

"Plus sensasi bawa orang baru ke sana yang amaze sama durasi antrinya. Padahal mie e biasa ae kayak aku bikin sendiri. Tapi, pak Soden punya resep dewe sama (masakan) mie-nya," imbuh pegiat kuliner ini. Yuwono mengaku cukup sering ke Soden, 2 - 10 kali dalam sebulan tergantung situasi.

A post shared by Mie Soden (@mie_soden) on

Soal budaya, Warung Mie Soden juga seringkali menyampaikan dalam akun instagramnya.

Waktu menunjuk hampir pukul 11.00 waktu Selecta, dan tidak ada tanda-tanda akan tutup. Kursi tak sempat kosong. Pengunjung terus berdatangan, salah satunya rombongan Riska Amalia, mahasiswi UB yang datang bersama empat rekannya.

"Pesan Mie kuah dan Teh Susu. Suasana nongkrongnya oke, pemandangan dari sini sangat mendukung," ujarnya.

Di Warung Mie Soden tidak nama besar yang terpampang, hanya plakat kecil di tiang listrik bertulskan 'Waroeng Kopi'. Buka mulai pukul 18.30 - habis (biasanya sekitar 00.00 WIB). Area parkir berada di jalan masuk wisata Selecta, dan karena pengunjung semakin ramai, pada awal November 2017 lalu, tiap kendaraan pelanggan dikenakan biaya parkir seikhlasnya.

Aneka menu di sini dijual dengan harga nyaman di kantong: Mie goreng /kuah (Rp.5000,-), Sate Usus Ati (Rp1000), Teh Susu (Rp4000,-).

Kami melakukan jajak pendapat di twitter@halomalangcom 'Apa yang membuat kalian datang ke sini?' (Warung Mie Soden), yuk ikutan:

Kami penasaran dengan apa alasan lain itu...

[AI/WA]



BACA JUGA