Sunday, 23 September 2018
halomalang.com

​Musim Hujan, Main ke Coban? Perhatikan Hal Berikut

Tapi jika kalian tetap 'pack n roll out': carilah informasi yang cukup terkait lokasi (rute, akses, fasilitas, atau nomor penting), siapkan jas hujan, jangan berenang/mandi di bawah air terjun, segera menjauh ketika hujan mulai turun.

Air terjun (coban) adalah tujuan wisata yang banyak (sangat banyak) ditemui di Malang Raya. Untuk menjadikannya list liburan di musim hujan, Ngalamers harus mempertimbangkan beberapa faktor, utamanya keselamatan. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Februari, artinya adalah masa puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Malang Raya. Nah jika Ngalamers berencana liburan di alam bebas, seperti ke air terjun atau wisata sungai sebaiknya mengutamakan faktor keselamatan dan kenyamanan.

Tapi jika kalian tetap 'pack n roll out': carilah informasi yang cukup terkait lokasi (rute, akses, fasilitas, atau nomor penting), siapkan jas hujan, jangan berenang/mandi di bawah air terjun, segera menjauh ketika hujan mulai turun.

Kami mengunjungi tiga air terjun di sekitaran Kota Batu beberapa waktu lalu: Coban Putri, Coban Talun, dan Coban Rais. Ketiganya memiliki karakter dan rute yang berbeda. Kami menjumpai beberapa tanda-tanda dampak hujan lebat terhadap kawasan sekitaran Coban (air terjun).

Coban Talun.

Berada di Kecamatan Bumiaji. Ini adalah kawasan bumi perkemahan yang kini dikembangkan menjadi wisata yang terkenal akan spot foto yang instagenic. Air terjun (coban) Talun cukup deras, dan memang dilarang untuk terlalu dekat atau mandi. Karena airnya berasal dari sungai yang rawan banjir ketika hujan.

Karena selain bebatuan yang terjal, musim hujan seringkali terjadi banjir yang tak terduga dari kawasan hulu sungai.

"Setelah jam 12 siang, dan kondisi hujan lebat, pengunjung sebaiknya sudah naik ke atas. Kabut, jalanan licin, dan aliran air yang deras. Demi keamanan semuanya," terang Pak Djayadi, pemilik warung yang berada dekat dengan area air terjun ketika ditemui halomalang pada (13/12/2017) lalu.

Tanaman di tebing air terjun tampak diselimuti warna coklat, uap air yang bercampur tanah yang menyebar hingga radius hampir 100 meter. Termasuk di atap warung yang cukup jauh dari titik air terjun.

Coban Rais.

Hampir 2 jam perjalanan (dari area parkir) dengan rute cukup menantang, adalah rute yang harus ditempuh jika ingin menikmati indahnya Coban yang berada di lereng Gunung Panderman ini.

Hutan lebat, nyanyian burung, serta saluran air - sungai di sepanjang jalur adalah keindahan sekaligus kewaspadaan. Unik, karena Ngalamers akan diharuskan melalui lintasan sungai yang sekaligus jalan. Yang ketika hujan debit airnya akan lebih deras. Ada dua aliran sungai yang melalui (meski tak lebar) yakni dari aliran Coban Rais dan Sumber Darmi. Dari aliran sumber Darmi yang berada di sisi kanan jalur pendakian inilah yang perlu diwaspadai.

"Pernah terjadi banjir, dan membawa material kayu maupun batu. Yang sampean lihat di bawah tadi terjadi Minggu (pekan) kemarin pas hujan sehari semalam," ujar Kartono, (11/02/2018) pemilik warung di jalur Coban Rais. Satu-satunya warung ini akan Ngalamers temui setelah kurang lebih 50 menit perjalanan.

Ada tiga titik longsor ketika kami berkunjung, satu yang cukup luas adalah sekitar 20 menit sebelum warung. Longsoran tebing ini sempat memutus jalur distribusi air bersih menuju perkampungan Oro-oro Ombo Batu.

Di bawah air terjun juga tampak banyak material kayu yang terbawa arus dari hulu.

Coban Putri.

Coban Putri masih satu aliran dengan Coban Rais, dan berada di bawahnya. Airnya tidak terlalu deras, cenderung mengalir mengikuti bebatuan. Ada kolam penampungan di coban yang berada di dekat ayunan. Suasananya cukup tenang, dan sejuk. Karena berada dalam sebuah cerukan yang rindang.

"Air terjun yang itu (tanpa kolam) sebelumnya tertutup tanaman, tidak terlihat sama sekali. Lalu kita (warga/LMDH/Perhutani) kerja bakti membuka, dan menata area ini," ujar pak Kosim, (11/12/2017) warga Tlekung yang tengah menata area taman di sekitaran air terjun.

Air di Coban Putri kata pak Kosim relatif terjaga debitnya dan bersih, karena di bagian hulu sudah banyak dibagi untuk ragam kebutuhan warga. Coban Putri tepat di bawah kawasan wisata alam Coban Rais, Oro-oro Ombo.

Meski bisa dipakai untuk mandi, namun ketika kondisi hujan sebaiknya Ngalamers sedikit menjauh dari coban, untuk menghindari hal-hal yang mengkhawatirkan. Kabut juga sering turun ketika siang menjelang sore.

Kondisi di atas bisa saja sama (juga tidak) bagi coban-coban lain di wilayah Malang. Mimin menyarankan untuk datang lebih pagi, dan menggunakan alas kaki yang cocok untuk trekking. Selamat berlibur.

[WA]



BACA JUGA