Sunday, 15 September 2019
halomalang.com

Bergembira dan Berorkes Ria di Landmark Kota Malang: Kayutangan

Kawasan ini dianggap memiliki nilai histroris dan strategis yang penting bagi perkembangan kota Malang di masa lalu hingga saat ini.

Menyambut ulang tahun ke-104 dari Kota Malang, Kementerian Budaya Urban yang bekerja sama dengan GoAheadPeople serta beberapa kolektif seni di Malang mengadakan acara bertajuk “Pesta Paripurna Orkesan di Kajoetangan”.

Diadakan bertepatan dengan hari jadi kota ini, kawasan pertokoan Kayutangan dipilih menjadi venue dari acara yang berlangsung di hari Minggu, 1 April 2018 ini. Acara ini diadakan pada 4 area di sekitar kawasan Kayutangan yang meliputi halaman parkir Digital Lounge, Pertokoan Kayutangan, area Landmark Kayutangan serta Jembatan Penyebrangan Kayutangan.

Kawasan ini dianggap memiliki nilai histroris dan strategis yang penting bagi perkembangan kota Malang di masa lalu hingga saat ini.

Hiburan musik yang akan tersaji pun diwarnai oleh berbagai genre, namun musik orkes didapuk menjadi magnet utama dari pertunjukkan yang dimulai dari pukul 15.00 WIB ini.

“Acara ini bernama Orkesan di Kajoetangan dan idenya memunculkan semangat orkes, bukan hanya pengertian orkes sebagai musik dangdut. Semua pemain yang bermain di sini inilah para orkesan. Pemain musik yang memainkan dengan cara mereka sendiri itulah new orkesan,” ujar Novan Tri, penggagas acara ini sekaligus personil dari band orkes veteran asal Malang, Tani Maju.

Kementerian Budaya Urban mencoba menyalurkan semangat dari musisi lintas generasi ini dalam satu panggung yang guyub. “Kami sendiri suka semangat kolektifitas dan persaudaraan yang muncul dari para pengisi acara, panitia, dan partisipan lain di acara ini. Kami ingin menunjukkan bahwa musik sejatinya bisa menjadi jembatan terbaik untuk komunikasi antar generasi dan kebetulan musik orkes yang dipilih,” ungkap perwakilan dari Kementerian Budaya Urban yang merupakan kolektif penggerak seni dari Malang.

Orkesan di Kajoetangan ini akan diramaikan dengan penampilan Tani Maju yang berduet dengan grup hip hop Nganchuk Crew, juga penampilan dari Teni Flopi, Thek Thek Thuk, Kopi Pait, Kos Atos, Tahu Brontak, Rumah Serem, Socikoclogy, Bluegrass, dan Gangster25. Panggung ini juga akan menyaksikan penampilan grup rap veteran asal Malang, APA Rapper, yang beberapa waktu lalu sempat hiatus. Band rock legendaris Begundal Lowokwaru juga siap menggemparkan Kayutangan dengan musik cadas mereka. Selainmusik, terdapat juga area lapakan di mana bisa ditemukan kerajinan tangan, lapak kaset dan rilisan fisik, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya berhenti di situ, layar tancap dari kolektif Lelakon, eksibisi seni kolase dari Kementerian Budaya Urban, eksibisi dari Sanggar Minat, mural becak secara live dari Malang Mural Family dan video mapping dari Sedesa Mapping Project juga bisa ditemukan di acara ini. Digelar untuk pertama kali di area ini, Novan berharap nantinya Kayutangan akan menjadi tempat hiburan orkes di Malang. Acara ini tidak dipungut biaya alias gratis dan

diperuntukkan bagi para penonton berusia 18 tahun ke atas. Untuk informasi lebih lanjut, follow @kemenbudur di Instagram.



BACA JUGA