Sunday, 15 September 2019
halomalang.com

​The Relationship in Art: Hasrat Kembangkan Lingkungan Seni Rupa di Malang

TRA adalah respon kegelisahan Malang Subpop akan lingkungan seni di Kota Malang saat ini. Dari anggapan 'kehilangan gairah', 'mati suri' hingga 'kalau seni rupa di Malang hanya dinikmati oleh kalangan terbatas'.

TRA! Amatir, adalah pra event pertama rangkaian pameran seni rupa TRA! Info selengkapnya @malangsubpop dan @tramalang

Sebuah program event seni rupa bertajuk TRA! (The Relationship in Art) tengah disiapkan anak-anak muda yang tergabung dalam Malang Subpop.

Event puncak TRA! akan digelar selama tujuh hari (26 Agustus - 01 September 2018) di Gudang Alternatif yang meliputi: seni lukis, experimental & interaktif, sculpture, new media art, instalasi seni, mural, performance, dan media lainnya.

"Nama 'hubungan seni' atau 'The Relationship of Art' ini kami ambil, karena kami berharap acara ini mampu menjadi jembatan bagi kami untuk memulai semua hubungan di ranah seni rupa, baik itu hubungan kami dengan seniman professional, pekerja seni, dan yang lainnnya," ujar Aga Diwasanta, penanggung jawab TRA dalam rilis yang diterima halomalang, Senin (26/03/2018).

TRA! adalah respon kegelisahan Malang Subpop akan lingkungan seni di Kota Malang saat ini. Dari anggapan 'kehilangan gairah', 'mati suri' hingga 'kalau seni rupa di Malang hanya dinikmati oleh kalangan terbatas'.

"Energi utama kami yaitu hasrat membangun kembali dan mengembangkan lingkungan seni rupa di Malang untuk kami, khususnya dan masyarakat luas dengan segala sistemnya. Kami ingin ekosistem seni rupa di kota ini berkelanjutan dan semakin berkembang," sambung Aga.

Dalam rencananya Ngalamers, TRA! akan terjadi proses berbagi ilmu pengetahuan, baik spesifik tentang seni rupa maupun wacana tertentu yang ingin direspon para pelaku seni (isu/media di luar karya seni). "Kami ingin terus membuat perkembangan program acara seni yang mampu mengembangkan setiap ekspresi dan refleksi individu para seniman maupun masyarakat umum kota Malang,"

Band Senyawa (Jogja), Ruang Asah Tuku Tabu (Yonas), Komunitas Film Malang, Malang Sub Noise,Teater/Fire Dance, Komunitas Typography, DJ perform adalah nama-nama pengisi acara di event puncak TRA!. Tentunya akan diramaikan oleh pameran dari puluhan seniman-seniman Malang/luar kota dan sejumlah komunitas lintas disiplin.

"Dan kami berharap proses ini berkembang menjadi praktik kolektif yang berkelanjutan dalam kegiatan berkesenian kami, sehingga membentuk jaringan professional," jelasnya.

Untuk lebih menarik minat warga dan seniman Kota Malang, akan digelar dua pra event TRA!, yakni yang pertama dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 01 - 03 Mei 2018 di DILO Telkom Kayutangan, dan pra event kedua di Lavoila Cafe pada tanggal 01 – 03 Juli 2018.

The Relationship of Art kali ini mengangkat tema “Pariwisata Budaya”. Penyelenggara menilai, musik dan kesenian adalah salah satu dari 12 unsur kebudayaan yang mampu mendongkrak pariwisata.

Aga menambahkan, TRA! didorong menjadi salah satu event pariwisata andalan Kota Malang, termasuk menjadi 'arsip' dokumentasi karya-karya seni.

"Sehingga acara ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan respon masyarakat sebagai sarana apresiasi karya, dan juga sebagai sarana edukasi alternatif selain pendidikan formal," pungkasnya.

Untuk info selengkapnya, silakan follow @malangsubpop dan @tramalang

[TRA Malang]



BACA JUGA