halomalang.com

Untuk Keselamatan Penerbangan: Ini Aturan Kemenhub Terkait Powerbank dan Baterai Lithium yang Dibawa Dalam Pesawat

12-Mar-2018 [16:21]
Terkait SE ini, Agus berharap agar dilaksanakan para regulator, operator dan penumpang. dengan penuh tanggung jawab, termasuk pelatihan dan informasi yang baik untuk petugas di lapangan. Pihak bandara diminta untuk menindaklanjuti SE tersebut dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP).

Ilustrasi. Kabin pilot pesawat terbang yang disediakan untuk simulasi di Museum Angkut, Batu. (Foto: Halomalang)

Dirjen Perhubungan Udara, selaku regulator penerbangan nasional telah menerbitkan Surat Edaran Keselamatan (SE Nomor 015 TAHUN 2018, ditetapkan 09 Maret 2018) terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan di dalam pesawat terbang.

Hal ini adalah respon terkait kejadian ledakan power bank di tas jinjing yang diletakkan dalam hatrack dalam penerbangan di China baru-baru ini. Kejadian ini menjadi alarm terhadap potensi acaman keselamatan dunia pernerbangan.

"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Surat Edaran ini untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi di Indonesia. Mengingat sudah adanya kejadian dan kajian terkait bahayanya membawa powerbank dan baterai lithium cadangan dengan ukuran daya tertentu pada penerbangan. Jadi kami mengawasi dari awal terutama terkait besaran daya dari peralatan-peralatan tersebut. Hanya peralatan dengan daya yang besar yang kami tangkal, yang kecil silahkan saja dengan perlakuan tertentu sesuai aturan, hal ini juga mulai diatur diberbagai negara maju dalam hal penerbangan, yang selalu responsif demi menjaga keselamatan penerbangan" terang Agus dalam rilis resmi Dephub, Senin (12/03/2018).

Surat edaran ini ditujukan bagi maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di wilayah/dari wilayah Indonesia.

Terkait SE ini, Agus berharap agar dilaksanakan para regulator, operator dan penumpang. dengan penuh tanggung jawab, termasuk pelatihan dan informasi yang baik untuk petugas di lapangan. Pihak bandara diminta untuk menindaklanjuti SE tersebut dengan membuat Standard Operating Procedure (SOP).

"Dalam SE Keselamatan ini, maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan," sambungnya.

Berikut beberapa ketentuan terkait powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan kru pesawat terbang:

1. Bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

2. Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.

3. Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.

4. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh. Sedangkan peralatan yang mempunyai daya per jam (watt-hour) lebih dari 100 Wh (Wh < 100) tapi tidak lebih dari 160 Wh (100 ≤ Wh ≤ 160) harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.

5. Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh (Wh ≥ 160) atau besarnya daya per jam (watt-hour) tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa ke pesawat udara.

6. Untuk peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh maka perhitungan jumlah Wh dapat diperoleh dengan beberapa cara seperti yang tercantum di SE tersebut. Apabila jumlah tegangan/ voltase (V) dan jumlah arus/ kapasitas (Ah) diketahui maka perhitungan daya per jam (Wh) dapat dikalkulasikan dengan rumus E = V x I.

E = daya per jam, satuannya adalah watt-hour (Wh),

V = tegangan, satuannya adalah volt (V),

I = arus, satuannya adalah ampere (Ah).

7. Apabila hanya diketahui miliampere (mAh) maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1000. Contohnya jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya perjamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan.

Sumber: hubud.dephub



BACA JUGA