Tuesday, 11 December 2018
halomalang.com

Komunitas Dilanisme Aremania dan Ruang Rindu Malang, Dongkrak Jumlah Penonton Film Dilan 1990

Film Dilan benar-benar mampu membius penontonnya. Meski film ini sudah resmi turun layar 23 Maret lalu, tapi antusiasme untuk menonton film ini tetaplah tinggi.

Berawal dari Novel terlaris "Dia Adalah Dilanku Tahun 1990" yang terbit tahun 2014 garapan dari Pidi Baiq, dan kemudian pada 25 Januari 2018 dibuat versi Filmnya dengan judul "Dilan" di bawah produksi Max Pictures. Film besutan Pidi Baiq dan Fajar Bustomi ini langsung mendapat tempat di hati penggemarnya.

"Film Dilan 1990 sudah ditonton hampir 6 juta penonton. Nah, dari situ awal mulanya kita rutin mengadakan nobar Dilan 1990 yang dilakukan mandiri di beberapa kota. Untuk kota Malang, termasuk kota yang telat mengadakan nobar, karena kami baru mengadakan nobar sekitar awal Maret 2018," ungkap Paramita Dewanti, Penanggungjawab Dilanisme Aremania dan Ruang Rindu Malang.

Komunitas tersebut adalah salah satu bentuk apresiasi penggemar Film "Dilan 1990" di Malang yang bisa dikata cukup banyak.

Awalnya hanya ada Komunitas Dilanisme Aremania, yang terbentuk dengan tujuan menjadikan Film Dilan 1990 tembus 7 juta penonton. Mereka sukses mengadakan nobar pertama pada tanggal 03 Maret 2018 dan nobar kedua, tanggal 11 Maret 2018, hingga kemudian terbentuklah komunitas Ruang Rindu Malang.

Komunitas Ruang Rindu ini menjadi tempat berkumpulnya semua fanbase Dilan se-Indonesia, dibawah komando Soraya Hilmi (Panglima Nobar Dilan 1990) dan diawasi langsung oleh Ayah Pidi Baiq dan Mas Fajar Bustomi.

"Untuk memudahkan pengadaan nobar, akhirnya dibentuklah ruang rindu tiap-tiap kota. Untuk di Jawa Timur hanya ada 2 Komuntias Ruang Rindu, yaitu Ruang Rindu Surabaya dan Ruang Rindu Malang. Karena hanya 2 kota ini yang selalu aktif mengadakan nobar Dilan 1990," imbuh Paramita.

Pada Sabtu (08/04/2018), Halomalang.com sempat diundang untuk nobar pamitan Film "Dilan 1990". Dan terlihat tidak hanya Dilanisme Aremania saja yang ikut menonton, hadir beberapa penonton yang berasal dari luar kota Malang, bahkan ada yang dari Kalimantan.

"Film Dilan di Malang per tanggal 07 Maret 2018 sudah resmi turun layar, dengan jumlah penonton saat itu sekitar 6 juta, dan pada saat turun serentak di Indonesia pada 23 Maret 2018 dengan jumlah penonton 6.314.378. Hal ini yang membuat komunitas Ruang Rindu Dilan mengusulkan di tiap kota untuk mengadakan nobar pamitan sebagai tanda nobar terakhir Dilan 1990. Sebenarnya dari komunitas Dilanisme Aremania dan Ruang Rindu Malang tidak ada keinginan untuk nobar pamitan, karena banyak yang minta nobar Dilan 1990 terus. Sedangkan tujuan kita buat nobar pamitan, selain untuk pamitan juga untuk mengumpulkan energi tenaga dan pikiran untuk Dilan 1991, pastinya akan banyak sekali yang harus dilakukan Ruang Rindu masing-masing kota untuk bisa mewujudkan Dilan 1991 memperoleh angka 7 juta penonton," jelas Paramita yang sudah menonton Film Dilan sebanyak 14 kali.

Komunitas Ruang Rindu tersebar di 28 kota, untuk jumlah komunitas Ruang Rindu Malang sudah sekitar 50-60 orang. Untuk nobar pamitan Film Dilan 1990 masih akan dilaksanakan hingga bulan Mei 2018 loh Ngalamers.

Untuk Ngalamers yang ingin bergabung dalam komunitas Dilanisme Aremania dan Ruang Rindu Malang atau juga ingin meramaikan nobar pamitan Film Dilan 1990 caranya gampang tinggal follow saja Instagram dilanismearemenia dan ruangrindu.malang, kemudian bisa langsung DM nomor HP dan Ngalamers yang akan langsung gabung dalam komunitas tersebut Ngalamers.

[AI]


BACA JUGA