halomalang.com

​Layar Penggaung: Dua Kali Sebulan, Pertemukan Film Dengan Penontonnya

"Karya yang mereka buat agar tidak hanya tersimpan rapi di dalam hardisk saja,"

Satu lagi komunitas di bidang screening film memberi warna Kota Pendidikan.

Adalah Raung Muara, yang berisi sekumpulan para pegiat film yang ingin memutar film-film Malang (dibuat di Malang, pembuat asli Malang, bercerita tentang Malang, termasuk hal lain yang menyatu dengan Malang).

"Kami ingin berkontribusi terhadap perfilm-an kota Malang, dengan cara memberikan ruang apresiasi bagi para filmmaker untuk mempertemukan film nya kepada penonton. Layar yang kami berusaha putarkan nantinya untuk menumbuhkan rasa pacu para pegiat film Malang untuk berani mempertontonkan karyanya, serta saling belajar satu sama lain," terang Raung Muara dalam rilis tertulis yang diterima halomalang, Selasa (24/04/2018).

Tak hanya untuk screening (pemutaran) film-film Malang seperti tujuan awal mereka, komunitas ini juga tak menutup kemungkinan jika nantinya akan ada film tamu dari luar. Meski demikian, porsi terbesar tetap diutamakan karya-karya sineas Malang.

Dalam waktu dekat, Raung Muara akan memulai sebuah event bertajuk "Layar Penggaung", yakni screening film selama 2 kali dalam satu bulan, di setiap hari Kamis.

Project pertama (Slate 1) akan dimulai pada hari Kamis, 26 April 2018 di Equal Cafe, Dermo - Malang. Screening gratis ini akan memutar lima film-film Malang: 'Slirit', 'Putih','Laras', 'Seng Penting Rabi', dan 'Kunam Sinam'. Termasuk diskusi di akhir kegiatan untuk berbagi dan saling belajar.

Layar Penggaung memiliki pesan, jika layar yang mereka dirikan dan film yang diputar, akan menjadi alat penggaung nama dan karya dari para filmmaker bersangkutan.

"Dan yang paling penting , ide dasar terciptanya pemutaran ini adalah membantu para filmmaker Malang untuk mempertemukan karya dengan penontonnya. Karya yang mereka buat agar tidak hanya tersimpan rapi di dalam hardisk saja," pungkas Raung Muara.

[Raung Muara]



BACA JUGA