Thursday, 21 March 2019
halomalang.com

​Sepekan Merayakan #104NuhatKotaMalang Bersama Komunitas Sastra

Event independen ini digelar di dua titik yang akrab dengan nafas literasi: Area Perpustakaan Universitas Negeri Malang dan Wisma Kalimetro.

Sejumlah komunitas sastra turut merayakan ulang tahun ke-104 Kota Malang dengan perhelatan sederhana "Pekan Sastra dan Lapakan Buku - Kota Malang", 02 - 07 April 2018.

Event independen ini digelar di dua titik yang akrab dengan nafas literasi: Area Perpustakaan Universitas Negeri Malang dan Wisma Kalimetro, Merjosari.

"Keberadaan kami komunitas sastra di kota Malang merasa bertanggung jawab akan kota yang kami diami sebagai ruang proses kreatif dan berupaya membuat dinamika kesusastraan di Malang tidak berhenti, meski peran kami masih kecil dan kami lakukan secara Independen," terang Denny Mizhar, Koordinator Acara dalam siaran tertulisnya Minggu, (01/04/2018).

Sejumlah penerbit buku yang karyanya menjadi bahan diskusi juga turut hadir, seperti : Penerbit Pelangi Sastra, Buku Mojok, dan Penerbit Gramedia. Sejumlah komunitas dan instansi yang turut meramaikan antara lain: Pelangi Sastra Malang, Komunitas Kalimetro, Kafe Pustaka, Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Kedai Kopi Kalimetro dan Terakota.id

Rangkaian Pekan Sastra dan Lapakan Buku - Kota Malang ini dibuka dengan Santap Gagasan "Estetika Sastra Diasporik" oleh Prof. Djok Saryono (Guru Besar UM), pada Senin (02/04/2018) bertempat di Kafe Pustaka. Pustaka Topik ini dinilai mampu memantik pembacaan karya-karya sastra dari penulis Kota Malang.

"Kami juga akan mendiskusikan beberapa buku sastra dari puisi, cerpen dan novel. Novel Samaran karya Dadang Ari Murtono, Novel Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran karya Mashdar Zainal, Buku Puisi Manurung 13 Pertanyaan untuk 3 Nama karya Faisal Oddang, Buku Prosa Perempuan yang Memesan Takdir karya W Sanavero dan Buku Cerpen Lelaki yang Mengandung Bidadari dan Cerita Lainnya karya Abdul Mukhid," sambung Denny.

Panggung Sastra untuk orasi budaya maupun pembacaan puisi juga disiapkan sebagai penutup event. Tensoe Tjahyono, dan sejumlah pegiat sastra Kota Malang akan mengisi panggung ini Ngalamers. Termasuk penampilan musisi seperti Han Farhani, Tela Sari dan lainnya.

Kegiatan diskusi akan semakin lengkap dengan beberapa lapakan buku indie, reguler dan lawasan yang berlokasi di selasar Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Malang.



BACA JUGA