Thursday, 21 November 2019
halomalang.com

Kota Malang! ​500 Musisi - 104 Panggung - 520,000 Watt Sound System Dalam Satu Pertunjukan '104 Sound of Unity'

"Mengatur 1 band di panggung bisa jadi sulit, ini malah 104 main bareng,"

Sesi jumpa pers 104 Sound of Unity di Gedung Dispora, Stadion Gajayana Kota Malang. Senin, 07/05/2018. (Foto: W.Arief/Halomalang)

Bagaimana jika 104 rental sound system, 104 gitaris, 104 bassis, 104 vokalis, 104 drummer, 104 kibordis, dan 104 rental stage di Malang berkolaborasi dalam sebuah event?

"Terus terang saya belum bisa membayangkan, belum pernah sebelumnya," kata Zam-zam 'Jambul' ketua Malang Sound Community, ketika ditemui halomalang saat Genjreng Jalanan Hari Bumi, 22 April 2018 lalu di Alun-alun Malang.

Di momen itu, Jambul bersama sejumlah musisi yang tergabung dalam Musik Malang Bersatu (MMB) memberi pembuka, akan ada event akbar lintas komunitas (musik) di Stadion Gajayana pada 09 Mei 2018: '104 Sound Of Unity'.

500 lebih musisi/pegiat musik dari Guitarisick, Kumpulan Bassist Malang, Malang Drummer Community, Voice of Malang, Kibordis Malang akan tampil di atas 104 panggung, terkoneksi dengan 104 rental sound system dan akan didukung tata lighting spektakuler.

A post shared by 104 Sound Of Unity (@104soundofunity) on

Perisapannya sudah nampak sejak kemarin, Senin (07/05/2018) lintasan atletik di area dalam stadion legendaris Kota Malang ini sudah dibarikade. Stage ditata melingkar dengan jarak yang diatur. Nampak kesibukan lalu lalang loading peralatan.

"Menurut saya (bakalan) spektakuler. Acara ini dibuat oleh orang-orang gila, kenapa? Jika dihitung secara nominal, (budget) acara seperti ini bisa mencapai 1M. Tapi yang mendukung adalah orang-orang yang merasa memiliki & ingin berbuat sesuatu untuk Kota Malang," ujar Jatmiko, Ketua MMB dalam sesi jumpa pers di gedung Dispora Kota Malang.

Nantinya Ngalamers, ada 7 buah lagu yang akan dibawakan dalam event ini. Dua lagu berjudul Malang Kota Subur dan Bangun Pemudi-Pemuda yang diaransemen ulang oleh Dody Ide akan menjadi main song pada puncak acara, serta 5 lagu yang dibawakan secara ensamble oleh tiap komunitas dengan konsep mars progresif rock:

1. Guitarisick 'Padamu Negeri'.
2. Kumpulan Bassist Malang (KUBAM) 'Mars Kubam'.
3. Malang Drummer Community (MDC) 'Drum Line'.
4. Voice Of Malang (VOM) 'Di Timur Matahari'.
5. Kibordis Malang 'Indonesia Tanah Airku'.

Selain merayakan HUT Kota Malang, 104 Sound of Unity juga menjadi ajang apresiasi tersendiri untuk para pelaku musik di belakang panggung: para sound engineer/sound man. Sejumlah penari tradisional Kota Malang juga akan meramaikan event ini.

"Saya juga dapat kabar, kalau banyak EO yang protes karena nyari alat produksi kok sulit. Semua tampil ke Gajayana. Tanpa kebersamaan, hal seperti ini akan sulit terwujud," sambungnya.

Jatmiko menyebut jika daya sound system yang digunakan sebesar 520,000 Watt, menurutnya lebih besar dari yang digunakan gelaran festival musik legendaris Woodstock di AS (sekitar 300,000 Watt). "Bisa jadi ini rekor yang belum pernah dibuat di Asia. 1 Panggung = 5000 Watt x 104 panggung. Daya listrik kita siapkan 1 Mega Watt, ada 4 genset masing-masing sebesar 250.000 Watt. Daya ini bisa menerangi sebuah kota," jelas Jatmiko.

Meski event ini sepenuhnya kolektif pergerakan, bukan perkara mudah untuk mewujudkan. Menurut Jatmiko, pihaknya belum memperoleh sponsor utama hingga sesi jumpa pers kemarin. "Jangankan ditanya dana, kalau cuaca hujan akan bagaimana kita? Ya tetep jalan! Meski nanti mainnya nunggu hujan reda dulu sampai tengah malam. Atau para penonton sudah pulang. Inilah gilanya. Tapi kami yakin, jika dikerjakan bersama pasti nutut,"

Selain menunggu sponsor, untuk menambah kekurangan dana, para musisi yang tampil di 104 Sound of Unity akan patungan seikhlasnya. Karena ini event murni pergerakan untuk merayakan HUT Kota Malang, pencatatan Rekor MURI, tanpa agenda politik. Sebagai catatan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, SIK. MH adalah inisiator dalam upaya mencapai Rekor MURI ini.

Hadir dalam sesi jumpa pers, Ketua KPU Kota Malang Zaenudin, perwakilan Dispora Kota Malang, Kapel 104 Sound of Unity Zam-Zam 'Jambul' dan Bagyo, koordinator teknis lapangan. Dukungan juga mengalir dari Pemerintah Kota Malang melaui jajaran SKPD seperti Dispora, Disparta, Dishub, BP2T dan Dispenda.

"Nanti ada 104 rental sound bermacam kelas, semuanya bikinan sendiri, custom. Nanti semua sound menghadap ke tribun, dibuat 2 baris karena tempatnya nggak cukup. Dan ini set full band, artinya semua peralatan musik masuk ke sound. Nggak pura-pura main," jelas Bagyo.

Tiap band/musisi disiapkan koordinator untuk memudahkan pelaksanaan. "Mereka tak bisa memilih sound ini atau itu. Kita utamakan kebersamaan, hilangkan egois,"

A post shared by halomalang.com (@halomalangcom) on

104 Sound Of Unity direncanakan digelar mulai pukul 18.00 - 21.00 WIB. Tidak ada tiket untuk penonton. Gratis!

"Teknis masuk penonton seperti pertandingan sepakbola, melalui gate-gate yang sudah ada di Stadion Gajayana. Semua penonton ada di tribun. Area lapangan/dalam stadion steril, khusus pemain/musisi, panita dan media. Ada banyak peralatan, dan tentunya listrik bertegangan tinggi," ujar Jambul.

Jambul berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengijinkan penggunaan stadion yang dibangun pada masa 1924 ini. "Ini adalah salah satu kebanggaan Kota Malang. Kami merasa terhormat. Dan juga meminta support dari masyarakat, pemerintah, juga para donatur,"

Dalam rilis tertulisnya, 104 Sound of Unity menjadi salah satu rangkaian kegiatan #SaveMalangHeritage dalam upaya melestarikan budaya yang ada di Kota Malang, serta bentuk konkrit pelaku musik merayakan hari jadi Kota Malang ke-104. Langkah nyata diperlukan untuk menginformasikan, mengedukasi, menjaga dan menyelamatkan warisan budaya peninggalan Malang dari masa ke masa. Seperti Stadion Gajayana. Nilai historis Stadion Gajayana inilah yang menjadi alasan dipilih menjadi venue acara.

"Bukan sekali ini saja kami, KPU Kota Malang bekerjasama dengan MMB. Kami melihat pentingnya komunitas, terutama pergerakan yang dimotori para anak muda, musisi ini memiliki peran penting untuk menyuarakan pesan perdamaian terutama menjelang tahun Politik," kata Zaenudin, Ketua KPU Kota Malang.

Pihaknya juga berencana akan mengajak MMB untuk membuat event besar untuk mendukung momen Pilkada Walikota Malang di akhir Juni 2018 mendatang.

Jadi, siapkah kalian untuk melihat aksi 09 Mei nanti?

[WA]



BACA JUGA