halomalang.com

Memaknai Hardiknas, Pertahankan Budaya Manggarai di Tanah Rantau

Trian Caci merupakan tarian tradisional masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur. Ca yang artinya satu sedangkan Ci artinya uji. Jadi Caci adalah saling menguji kekutan satu lawan satu bagi para lelaki.

Pentas budaya Tarian Caci oleh para Ksatria Nucalele Malang di Lapangan Ajendam Brawijaya Kota Malang. Selasa, 01/05/2018. (Ist)

Ada banyak cara untuk memaknai Hari Pendidikan Nasional, salah satunya dengan gelaran budaya tradisi. Seperti yang dilakukan para Ksatria Nucalale Malang di Lapangan Ajendam Brawijaya Kota Malang, Selasa (01/05/2018) kemarin.

Mereka menggelar sebuah pentas budaya yang menampilkan Tarian Caci, tarian ini biasanya dilakukan masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur saat upacara adat dan acara-acara tertentu.

"Dalam melestarikan budaya lokal kita perlu membangun kesadaran mahasiswa, terkhususnya mahasiswa Manggarai yang kuliah di Malang. Karena pada konteks sekarang ada banyak tantangan yang dapat melunturkan makna dari sebuah budaya lokal," ujar Edwaldus Dedeng ketua pelaksana.

Menurut Yudo (sapaan akrab Edwaldus), dalam Tarian Caci ini mahasiswa yang kuliah di Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri) berperan sebagai Meka Landang (Tamu) dan seluruh organisasi daerah Manggrai sebagai tuan rumah.

Trian Caci merupakan tarian tradisional masyarakat Manggarai Nusa Tenggara Timur. Ca yang artinya satu sedangkan Ci artinya uji. Jadi Caci adalah saling menguji kekutan satu lawan satu bagi para lelaki. Selain itu, tarian Caci juga merupakan bukti keberanian masyarakat Manggarai. Para penari membawa perlengkapan di antaranya: panggal sebagai penutup kepala yang di kondoei dengan bulu kambing, sapu sebagai penutup muka, nggiling dan agang sebagai tameng penangkis saat saling cambuk, dan larik sebagai cambuk.

Kegiatan ini di hadiri oleh seluruh orang tua Manggarai yg berdomisili di Malang, dan juga perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Malang.

[Eufronius Noke Oda Parera/GMNI Malang]



BACA JUGA