Sunday, 15 September 2019
halomalang.com

Mantan Ketua DPRD Kota Malang Terjerat 5 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut

29-Jun-2018 [15:00]
KPK menahan M Arief Wicaksono setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015

Mantan ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono divonis liima tahun penjara dan denda dua ratus juta rupiah pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, terkait dengan kasus suap APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Dalam membacakan putusannya Selasa (26/6), Ketua Majelis Hakim - Unggul Warsito menyatakan "Menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun dan denda sebesar dua ratus juta rupiah, dengan ketentuan jika tidak dibayar harus diganti dengan hukuman (penjara) selama dua bulan."

Melalui putusannya, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak berpolitik untuk dipilih bagi terdakwa selama dua tahun. Putusan ini berlaku sejak terdakwa selesai menjalankan masa tahanannya.

Keputusan majelis hakim sebenarnya lebih ringan bila dibandingkan dengan tuntutan yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum KPK yang mengajukan hukuman penjara selama tujuh tahun, denda sebanyak enam ratus juta rupiah subsidair enam bulan kurungan, serta pencabutan hak politik selama lima tahun.

Baik pihak jaksa penuntut umum KPK maupun terdakwa beserta pengacaranya menyatakan akan memikirkan kembali putusan yang dibacakan oleh majelis hakim sebelum akhirnya dapat memutuskan untuk menerima hukuman yang dibacakan atau mengajukan banding dalam tujuh hari kedepan.

Atas dakwaan ini, Jaksa KPK, Krisna Anto menyatakan putusan hakim sudah memnuhi rasa keadilan bagi masyarakat.

Mantan Ketua DPRD Kota Malang, M. Arief Wicaksono terjerat kasus korupsi dan mulai ditahan oleh KPK sejak November 2017. Terdakwa terjerat dugaan kasus suap pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang TA 2015 dan kasus dugaan suap terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang TA 2016. Dalam kasus tersebut, Arief diduga menerima uang ratusan juta rupiah.



(kriminologi.id)



BACA JUGA