Wednesday, 17 October 2018
halomalang.com

Didirikan Raja Terakhir, Candi Singhasari Berdiri Kokoh Hingga Kini

18-Jul-2018 [15:00]
Candi Singhasari didirikan oleh raja terakhir Kerajaan Singhasari, yaitu Raja Kartanegara pada 1268-1292 dan masih kokoh hingga saat ini.

Jika menyebut Malang pasti dipikiran Ngalamers akan melekat nama salah satu kerajaan besar yang pernah menguasai sebagian wilayah di Nusantara. Ya, Kerajaan Singhasari. Kerajaan yang dulunya berpusat di Malang ini merupakan salah satu kerajaan Hindu Budha. Dan salah satu peninggalannya adalah Candi Singhasari.

Candi Singhasari didirikan oleh raja terakhir Kerajaan Singhasari, yaitu Raja Kartanegara pada 1268-1292. Dulunya di Candi Singhasari ini terdapat tujuh candi,namun sekarang hanya ada satu candi yang besar karena candi lainnya telah rusak. Jika akan memasuki kompleks percandian terdapat patung Dwarapala atau yang biasa disebut Joko Regol yang artinya penjaga pintu, yakni pintu masuk ke kompleks percandian.

Pada kompleks percandian terdapat patung yang jarinya dua menunjukkan dua versi, jika dari arah utara ke selatan adalah kompleks percandian, sedangkan dari arah barat ke timur merupakan ke arah komples kerajaan. Hingga saat ini Kerajaan Singosari belum ditemukan, tinggal peninggalannya seperti candi ini. Candi ini digunakan sebagai tempat upacara keagamaan dan masih berfungsi sampai sekarang, apalagi jika Hari Raya Nyepi memang digunakan untuk orang Hindu. Ngalamers, upacara keagamaan Hindu dan Budha disebut Tantrayana.

Candi Singhasari memiliki enam ruangan atau biasa disebut enam lulung. Yang menghadap ke barat merupakan tempat Ioni dan Lingga, sedangkan yang menghadapke utara tempat Dewi Durga, serta yang menghadap timur merupkan tempat Ganesha.

Meskipun ada peninggalannya, namun kerajaannya sampai saat ini belum ditemukan. Namun diyakini jika kerajaan tersebut berada di sekitar Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Meskipun begitu, menurut Kamari, kakek yang sudah dua puluh tahun menjadi juru pelihara di Candi Singhasari inibanyak orang datang yang mengaku sebagai keturunan Kerajaan Singhasari.

“Keturunan Kerajaan Singhasari barangkali ndak ada. Saya orang asli sini, kakek saya dari Mataram Jawa Tengah, mbah putri asli sini, untuk keturunan Singhasari yang masih hidup saya tidak tahu. Terkadang ada orang yang mengaku keturunan kerajaan, kalau ke candi orang ada yang mengatakan seperti itu. Keturunan nomer berapa? Keturunan ketujuh aja mbambung, jangankan keturunan nomor delapan apalagi nomor sembilan gila paling ya. Banyak orang bilang mengaku sebagai keturunan kerajaan diiyain aja. Saya orang asli sini enggak berani ngaku-ngaku, padahal kakek saya dari Mataram rambutnya panjang pakai jarik, nginang. Saya enggak berani, enggak mau. Keturunan yang nomer berapa saya ini? Ya saya cuma ngerawat aja, ini kan peninggalan leluhur kita, ini kan ada sejarahnya. Wong tinggal ngerawat aja kok, apalagi membuat ya enggak bisa,” kata Kamari Selasa (17/4).

Ngalamers, Candi Singhasari banyak dikunjungi ketika liburan akhir pekan dan libur setelah ujian. Jika wisatawan asing banyak berkunjung Juni-Juli ketika di negara asalnya sedang musim liburan. “Kalau orang asing banyak datang bulan enam dan tujuh, katanya disana itu sedang musim liburan. Disini juru kunci ada lima yang paling lama saya sama Pak Jamal. Yasudah kalau sudah silakan lihat-lihat saja, saya tinggal ke pos,” tambah Kamari.


Penulis: Alvin Marina (magang UMM/Ilmu Komunikasi)


PROMO KULINER HARI INI

A&W Paket Hari-hari Untung
​Paket spicy aroma chicken hanya 30ribu rupiah saja.
A&W Paket Hari-hari Untung
​Paket spicy aroma chicken hanya 30ribu rupiah saja.

A&W Paket Hari-hari Untung
​Paket spicy aroma chicken hanya 30ribu rupiah saja.


BACA JUGA