Sunday, 22 September 2019
halomalang.com

Ega Calvina, Belia Cantik Asal Malang Didaulat Sebagai Putri Otonomi 2018

Menjadi Roro Kabupaten Malang sekaligus Putri Otonomi 2018 nampaknya tidak menjadi beban ganda bagi Ega Calvina. Baginya ini justru menjadi semangat tambahan baginya untuk memajukan daerah.

Putri Otonomi 2018 tatkala diterima Bupati Malang DR H Rendra Kresna di pendopo, Foto: TIMES Indonesia

Prestasi membanggakan dipersembahkan oleh Ega Calvina Putri yang juga Roro Kabupaten Malang. Ia berhasil menyabet Gelar Putri Otonomi 2018 yang digelar Assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Semakin membuat bangga warga Malang, dara manis kelahiran 8 Mei 1999 ini berhasil menyisihkan 38 orang pesaingnya dari berbagai daerah pada ajang bergengsi yang digelar APKASI Expo 2018 di Indonesia Convention Exhibition – Bumi Serpong Damai (ICE – ICE BSD) City, Tangerang.

Dalam 38 finalis itu dipilih 10 besar dengan kategori 7 juara atribut dan 3 besar. Ega dan para peserta lainnya harus bersaing di hadapan juri dengan latarbelakang bermacam-macam diantaranya PR, dan dunia fashion. Calvina sendiri merasa senang dan bangga yang dalam ajang itu ia akhirnya terpilih sebagai Putri Otonomi. Jumat (13/7/2818) pagi ia melaporkan keberhasilan itu kepada Bupati Malang Rendra Kresna. Didampingi Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara SH MSi dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dra. Mursyda, Apt. MKes, Calvina tampak begitu senang.

Calvina mengaku akan berkonsentrasi mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Malang. Bukan hanya wisata, tetapi juga kuliner, budaya dengan target memagnitude ketertarikan investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Malang. Ia mengaku akan berjuang, membanggakan Kabupaten Malang dan mengeksplor potensi Kabupaten Malang. Potensi yang dimaksudkannya adalah budaya dan pariwisata. "Bagaimana nanti investor itu tertarik berinvestasi di Kabupaten Malang dalam rangka memajukan dunia pariwisata," paparnya.

Meski ia juga menyandang gelar Roro Kabupaten Malang 2018, Calvina mengaku tidak akan kesulitan melaksanakan tugas-tugasnya dengan status baru tambahannya itu. "Saya kira lebih mudah karena misinya sama, seputar dunia wisata dan budaya," tegasnya.

Sementara Made Arya Wedhantara menambahkan, bahwa Disparbud Kabupaten Malang memang serius mengejar keberadaan duta-duta yang sangat berpotensi menguasai berbagai ilmu untuk membantu Pemerintah Kabupaten Malang dalam mencapai kemajuan pembangunan di segala bidang. "Karena itu yang kami butuhkan adalah dia (pata duta) itu benar-benar cerdas. Mereka harus bisa menjelaskan kepada masyarakat minimal dari ilmunya dia. Misalnya yang mengambil jurusan kedokteran, ya minimal mereka harus bisa, mampu dan menguasai tentang kesehatan, karena mereka nantinya turun ke masyarakat," tambahnya.

Menurut Made, mereka juga harus bisa memberikan wawasan kepada masyarakat di Kabupaten Malang."Pokoknya apapun yang mereka kuasa. Misalnya juga soal ekonomi, pertanian secara umum. Kepanpun mereka ditanya soal-soal itu ya harus bisa menjelaskannya," tegasnya lagi. Menyandang gelar Putri Otonomi 2018, lanjut Made, untuk Ega Calvina Putri yang juga Roro Kabupaten Malang memang bukan beban yang ringan. "Statusnya sudah menasional, dan tidak akan mungkin kami letakkan di kelas regional apalagi daerah. Ia sudah Nasional. Jadi wawasannya saya harapkan juga nasional," tutur Made. (B.A)



sumber: timesindonesia.co.id



BACA JUGA