Sunday, 23 September 2018
halomalang.com

Kreatif! Inovasi Bandeng Tanpa Duri Karya Mahasiswa UMM Berpeluang Bisnis

Usut punya usut, awalnya Mala, sapaan akrab Nurmalasari bersama tiga kawannya Muhammad Soleh, Fernanda Rahmadillah Putri, dan Sabarudin mendapat tugas Mata Kuliah Praktik Usaha Perikanan (Aquapreneurship). Merekapun berhasil meraih omzet hingga Rp10 juta untuk setiap 100 kilogram bandeng yang diproduksi.

BANGDUR Cita Rasa Nusantara, Foto : umm.ac.id

Apa yang ada di benak Anda tentang inovasi olahan ikan bandeng? Berduri lunak dan dipresto? Nah, pernah mencicipi bandeng tanpa duri? Makanan satu ini merupakan hasil karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bercita rasa nusantara.

Inovasi olahan bandeng tanpa duri datang dari Nurmalasari yang baru saja meraih gelar Sarjana Perikanan Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM pada Mei 2018 lalu. Produknya ia namakan BANGDUR (Bandeng Tanpa Duri) Cita Rasa Nusantara.

Usut punya usut, awalnya Mala, sapaan akrab Nurmalasari bersama tiga kawannya Muhammad Soleh, Fernanda Rahmadillah Putri, dan Sabarudin mendapat tugas Mata Kuliah Praktik Usaha Perikanan (Aquapreneurship). Merekapun berhasil meraih omzet hingga Rp10 juta untuk setiap 100 kilogram bandeng yang diproduksi.

Mala mengaku terinspirasi ketika ia melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di salah satu perusahaan swasta Probolinggo. Perusahaan ini melakukan budidaya udang vannamei dan ikan bandeng, dan dua budidaya dalam satu wadah serta memroduksi bandeng tanpa duri. Malapun mendapatkan ilmu tentang teknik fillet ikan bandeng disini.

Dilansir dari umm.ac.id, “Tidak hanya memasok, supplier ini juga memasarkan produk saya di pasar tradisional, Pasar Gadang,” ungkap Mala, Senin (9/7). Mala memasarkan produknya di berbagai toko sayur dan melalui daring juga. Untuk menjaga kualitas dan kuantitas produk, Mala bekerjasama dengan pemasok ikan bandeng dari Probolinggo.

Teknik pembuatan BANGDUR Cita Rasa Nusantara berbeda dengan bandeng yang dipresto, yakni menggunakan teknik fillet untuk memisahkan daging dari durinya. Mala juga menjelaskan produk inovatif ini memiliki empat varian rasa, yaitu original, balado, rendang, dan sambal matah.

Malapun tidak lantas tinggi hati dan mendekap ilmunya sendiri. Beserta kawannnya ia berbagi ilmu dan mengajak peran serta adik tingkat khususnya mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Perikanan. Kemudian Mala dan kawannya mengurus manajemen produksi dan pemasarannya.


Penulis: Ericha Fernanda (magang UMM/Ilmu Komunikasi)



BACA JUGA