Saturday, 21 September 2019
halomalang.com

Kreatif! Siswa SDN Ngaglik 01 Kota Batu Ubah Limbah Kulit Apel Jadi Energi Alternatif

31-Jul-2018 [12:00]
Salsabilla Shafa Adzara, siswa kelas VI SDN Ngaglik 01 Kota Batu ini bisa mengubah kulit apel menjadi sumber energi alternatif.

Foto : www.memontum.com


Ngalamers, siapa sangka jika bocah yang masih duduk di bangku kelas VI SDN Ngaglik 01 Kota Batu ini bisa mengubah kulit apel menjadi sumber energi alternatif.

Acha, panggilan akrab Salsabilla Shafa Adzara sejak duduk kelas IV memang mengikuti ekstra kulikuler Sains Club di sekolahnya. Bersama teman-temannya dan guru pembimbingnya, Helmi Maulidiyah, Acha pernah melakukan berbagai percobaan untuk menciptakan beberapa jenis makanan dan minuman termasuk meneliti sumber energi alternatif dikerjakan disekolahnya. Terakhir Acha meneliti sumber energi alternatif dari kulit apel. Kulit apel yang awalnya terbuang sia-sia bisa diubah menjadi energi listrik. “Awalnya saya hanya diberi tahu sama Bu Helmi. Untuk memanfaatkan kulit apel sebagai sumber energi alternatif,” kata Acha.

Gadis kecil yang masih berusia 11 tahun ini menjelaskan, di Kota Batu sudah lama dikenal sebagai penghasil apel. Hasil panen apel dijual petani sebagian ke Pasar Batu dan sebagian dijual ke pengusaha keripik apel. Limbah kulit apel biasanya dimanfaatkan untuk makanan sapi perah atau hanya dibuang. Dari persoalan tersebut, Acha bersama guru pembimbingnya mengubah kulit apel menjadi sumber energi listrik.

Prosesnya, kulit apel awalnya dikeringkan dibawah terik matahari selama seminggu, atau bisa juga dioven. Setelah kering, kurang lebih ½ kg kulit apel dihaluskan dengan blender dan ditambah air secukupnya. Setelah itu kulit apel yang telah halus dimasukkan kedalam baterai kering sampai padat. Sebelumnya karbon dalam baterai harus dikeluarkan terlebih dahulu sampai kondisi dalam baterai kering kosong dan bersih. Lantas batang karbon dimasukkan lagi. Terakhir bagian atas baterai kering atau bagian plus (+) dibuat menutup baterai kering yang sudah diisi kulit apel yang dihaluskan. “Setiap satu baterai kering yang diisi kulit apel yang dikeringkan menghasilkan tegangan listrik sebesar 1 volt. Agar bisa menyalakan satu lampu led dibutuhkan empat baterai kering berisi kulit apel yang dihaluskan,” tambah Acha.

Meskipun belum sempurna, Acha merasa senang dengan hasil penelitiannya. Ia berharap untuk kedepannya bisa menemukan menemukan sumber energi alternatif lain yang berasal dari barang bekas yang ada disekitar sekolah dan rumahnya.

“Acha sudah melakukan uji coba. Empat baterai kering yang diisi kulit apel yang dihaluskan bisa menghasilkan listrik sebesar 4 volt. Sehingga bisa menyalakan lampu led selama 24 jam,” ucap Helmi. Selanjutnya, Helmi menyarankan kepada Acha untuk membuat lampu tidur dengan memanfaatkan energi alternatif dari kulit apel. Lampu tidurnya dibuat seperti robot, yang diberi nama lampu tidur Kutapel Si Ena alias Kulit Apel Sumber Energi Alternatif.

Dengan penelitian kecil yang dilakukan siswanya, Helmi berharap dengan banyaknya limbah di Kota Batu untuk kedepannya bisa dikembangkan lagi jenis penelitian yang lainnya.

Sumber : www.memontum.com


Penulis: Alvin Marina (magang UMM/Ilmu Komunikasi)



BACA JUGA