halomalang.com

Hutri Agustino, Dosen Kesos UMM Pegiat Sekolah Literasi di Malang

Perpustakaan sederhana itu bernama Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara yang bisa menampung sekitar 100 orang.

Foto : www.umm.ac.id

Buku adalah jendela dunia. Semangat literasi Hutri Agustino, dosen Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak ia dekap seorang diri. Setelah ia menyelesaikan studi di University of Trento Italia melalui program beasiswa Erasmus Mundus, kekhawatiran Hutri tentang minat baca di daerahnya semakin mendorongnya untuk merubah.

Sekitar akhir tahun 2015, Hutri memanfaatkan tempat luang di samping rumah untuk dibangun menjadi perpustakaan sederhana dengan 1000 koleksi buku pribadinya. Tak dinyana, atensi masyarakat terhadap semangat literasi luar biasa. Bahkan, ada yang menginginkan les privat, tempat pemberdayaan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, Hutri memperluas perpustakaannya dengan menambahkan halaman rumahnya supaya lebih lapang. Perpustakaan sederhana itu bernama Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara yang bisa menampung sekitar 100 orang. Hutri berharap, semakin banyak masyarakat yang datang dan sadar pentingnya literasi. Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara membawanya bertemu dengan forum literasi lain di Malang.

Pada akhir tahun 2017 terbentuklah organisasi bernama Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), yang kemudian pada tahun 2018 memberi amanah kepada Hutri sebagai ketua selama periode 2018-2022. Melalui organisasi ini, Hutri menyadari bahwa pegiat literasi di Malang semakin diminati.

Dilansir dari umm.ac.id, “Beberapa bulan setelah menjabat jadi ketua, saya melakukan observasi dan pengamatan kecil-kecilan. Ternyata tidak hanya di Kabupaten Malang fenomena minat baca muncul pada masyarakat. Ini sedang booming-boomingnya khususnya di Kota Pendidikan seperti Malang,” ujarnya.

Hutri baru saja melakukan soft launching Sekolah Literasi pada Rabu (25/7) kemarin di Gazebo Literasi, Kecamatan Dau. Untuk grand launching, akan dilaksanakan pada bulan Agustus dengan tema Literasi Kemerdekaan dan Pancasila.

Hutri ingin menjadikan komunitas literasi ini sebagai alat untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan berbasis gerakan literasi. Yaitu dengan mengorganisasikan masyarakat, mengedukasi, dan merubah pola pikir supaya masyarakat di sekelilingnya hidupnya lebih terarah.

Penulis: Ericha Fernanda (magang UMM/Ilmu Komunikasi)



BACA JUGA