Monday, 17 December 2018
halomalang.com

Kampung Dolan: Spirit Kesadaran Lingkungan dan Usaha Warga Kauman Jadikan Kawasan 'Rumah Anak'

15-Aug-2018 [09:00]
Tema dolanan diambil dengan harapan menjadikan kawasan Kauman ramah anak.

Kauman Festival 'Kampung Dolan' 2018 (05/08) ditutup dengan pertunjukan seni tradisi Glendo Barong dan sejumlah band seperti No Name, Kopi Pahit, Keroncong Woekir, Kiev Rock, Ishokuichi, dan Tahu Brontak di area lapangan belakang Kelurahan Sisir. Nama-nama tersebut adalah talenta lokal yang mewakili semangat anak muda di Kota Wisata Batu, khususnya warga Kauman.

"Tema Dolanan ini, (semoga) menjadikan kawasan Kauman ini Rumah Anak. Jangan ada kekerasan di rumah tangga atau wilayah masing-masing. Anak-anak diberi kebebasan bermain, namun jangan sampai adanya kemajuan teknologi gadget menghilangkan permainan tradisi kita," ujar Anna, ketua RW 9 Kelurahan Sisir memberi sambutan.

Anna teringat mainan favoritnya kala kecil yakni Kelereng, Petak Umpet juga Engklek. Untuk kembali menguatkan semangat warga sekitar, khususnya anak-anak, di jalanan sekitar RW 9 (sisi utara Alun-alun Batu) telah dimural dengan tema ramah anak. Beberapa paving juga dimotif kotak-kotak khas permainan engklek. Ketika malam hari, warna-warni lampion menambah semarak.

Nuansa Kauman Festival ini telah dimulai sejak 28 Juli kemarin Ngalamers. Tak hanya dolanan, ada tema lingkungan yang diusung, mulai dari launching urban farming, kerja bakti massal, selamatan belik Suro, Konservasi Ikan dan Sungai, dan juga Mural Rumah Anak.

"Terima kasih untuk warga RW 09 yang solid, dengan dukungan Karang Taruna Sisir serta perangkat Kelurahan," kata Aldi, perwakilan penyelenggara. Menurutnya, Kauman Festival 'Kampung Dolan' iniadalah respon akan perkembangan sosial di wilayahnya terkait masalah gadget dan anak. "Rasa keingintahuan mereka cukup besar," kata Aldi, inilah yang harus diimbangi dan diarahkan ke hal positif.

Di puncak Kauman Festival yang didukung Dinas Pariwisata Kota Batu ini (04 - 05 Agustus 2018) juga dilaksanakanlah event seru: dolanan anak, gebyar seni anak, jambore anak, juga gebyar budaya anak.

Satu yang juga menarik perhatian adalah pelepasan benih ikan emas di sungai kecil (Kali Kebo) di depan Kelurahan Sisir. Di sungai yang juga menjadi saluran pembuangan rumah tangga ini 'dicoba' menjadi area percontohan Konservasi Sungai di Kota Batu. Sejumlah banner larangan mengambil/memancing terpasang di beberapa sudut sungai.

"Ada sekitar 7000 benih ikan. Ini percobaan. Kemarin sudah dibersihkan. Semoga dengan adanya area ini, warga tak lagi membuang limbahnya/sampah ke sungai. Termasuk buka tutup tanggul di atas lebih teratur. Ini kalau arus sungai besar, ikan akan terbawa hanyut," terang Yono, pegawai Kelurahan Sisir.

Ia bercerita, sekitar 4 tahunan lalu pihaknya pernah menjadikan area Kali Kebo di depan Kelurahan untuk keramba ikan Nila dan Gurameh. "Panen dua kali, bibit ditaruh awal musim kemarau ketika air sedang. Dipanen terakhir pas awal musim hujan," sambungnya.

Yono berharap percontohan ini bisa berhasil, tak hanya kesigapan perangkat kelurahan, peran serta warga dibutuhkan untuk menjaga kualitas air dan lingkungan di wilayahnya.

Punjul Santoso, Wakil Wali Kota Batu kala pembukaan Kauman Festival (04/08) berpesan, "Anak-anak juga harus mengenal permainan tradisional yang merupakan warisan budayanya,"

Termasuk agar setiap kelurahan/kecamatan terus berinovasi untuk memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Memiliki produk khas, termasuk dalam mendukung kunjungan wisata ke Kota Wisata Batu. [WA]



BACA JUGA