halomalang.com

Aksi Manusia Pendem Warnai Malam Puncak Festival Kampung Tani #5

25-Sep-2018 [12:00]
FKT dinilai sejalan dengan visi pembangunan Kota Wisata Batu yang dimulai dari desa.

Foto: Wahyudi Arief (Halomalang.com)

Apresiasi positif disampaikan Dinas Pariwisata Kota Wisata Batu atas gelaran event Festival Kampung Tani (FKT) ke-5 'Enjoy Culture and Agriculture' yang rangkaiannya selesai pada 23 September 2018 kemarin.

Puncak FKT ditandai dengan pembunyian alat musik bambu secara bersamaan oleh Kadisparta, Kepala Kelurahan beserta pimpinan 11 RW di wilayah Temas, Sabtu (22/09/2018) di area Kampung Wisata Tani Temas.

"Event yang sangat keren. Ada pesan dari Ibu Wali Kota yang tidak bisa hadir, beliau meminta agar festival ini semakin ditingkatkan. Juga masyarakatnya selalu menjaga kebersihan wilayahnya agar selalu menarik, dalam layanan wisata namanya Sapta Pesona," ujar Plt. Kadisparta KWB Imam Suryono.

Imam menyampaikan, apa yang dilaksanakan warga Kelurahan Temas di FKT ini sejalan dengan visi pembangunan KWB yang dimulai dari desa. Sesuai semboyan Desa Berdaya, Kota Berjaya yang telah dicanangkan. Pariwisata adalah sektor utama.

"Tahun ini, kami bersama dinas-dinas lain akan menyusun jadwal event wisata di setiap kelurahan untuk menjadi agenda tahunan pasti yang terintegrasi. Artinya FKT dan festival-festival yang bisa menarik wisatawan ke Batu akan masuk kelender event tetap, tapi jauh-jauh hari tanggalnya sudah pasti. Jika sudah tersusun, maka wisatawan akan tahu kapan waktunya berkunjung ke KWB sepanjang tahun," jelasnya.

Imam ingin setiap kelurahan di Kota Wisata Batu memiliki event atau paket untuk wisatawan. Nantinya, pihak Pemkot akan membantu menghubungkan dengan para biro perjalanan/travel untuk mendatangkan pengunjung.

FKT #5 sudah dimulai sejak 08 September 2018, dan berlanjut tiap Sabtu - Minggu berikutnya selama sebulan penuh. Selain festival budaya, sedekah bumi, bancakan foto, perlombaaan warga Temas, di FKT#5 juga dilaksanakan rembug budaya Jawa Timur yang dihadiri oleh angkota dewan kebudayaan Jatim. Termasuk Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

"Sangat membanggakan bagi kita warga Temas. Kami berharap, budaya dan tradisi bisa selaras dengan kehidupan masyarakat," kata Lurah Temas Bambang Hari Suliyan.

Panggung FKT #5 yang berdiri megah malam itu menghadirkan beberapa sajian menarik oleh warga: Tari Maumere, Tari Garuda, Forum Anak Kelurahan Temas,Tembang Sabin (Malang Dance), Pring Geprak, Turonggo Seto (Pendem), Turonggo Lestari budoyo (Tulungagung) dan aksi pencak silat Kencana Putih.

Kencana Putih tak hanya menyajikan aksi bela diri tradisional, namun sejumlah aksi mendebarkan. Debus, Rampak Barong, dan terakhir Manusia Pendem. Manusia Pendem adalah aksi pendekar dikubur hidup-hidup di tengah persawahan KWT. Atraksi menjelang dini hari ini mengundang decak kagum penonton, bahkan sebagian lain tak berani melihat.

Aksi dari Padepokan pimpinan Gus Rohman ini berjalan lancar tanpa seorangpun terluka, dan menjadi penutup malam puncak FKT #5 2018.



BACA JUGA