Monday, 17 December 2018
halomalang.com

Festival Kampung Tani #5: Hidup Harmonis Dalam Budaya Agraris Warga Temas

Dinas Pariwisata mengapresiasi positif. Event dengan atraksi seni-budaya seperti ini akan disusun dalam kalender wisata tahunan yang terintegrasi.

Penutup akhir pekan kedua rangkaian Festival Kampung Tani (FKT) #5 di Kampung Wisata Tani (KWT) Temas Kota Wisata Batu adalah waktunya Berkah Bumi. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu, baik oleh warga lokal maupun wisatawan pecinta event ini.

Ratusan Memedi Sawah/Orang-orangan Sawah aneka bentuk diarak di sepanjang rute perkampungan Temas yang khas, Minggu pagi (16/09/2018). Persawahan subur di antara ceruk besar antara Gunung Panderman dan Gunung Arjuno Welirang, punggung Anjasmoro juga terlihat menghijau di barat jauh. Replika Kerbau yang ditarik 2 orang memimpin kirab, juga tumpeng besar berisi aneka hasil bumi, ini adalah simbol agraris yang kental. Selanjutnya, ratusan ibu/bapak/anak dengan kostum khas petani mengular di tengah persawahan Temas. Menenteng rantang dan memedi sawah yang diiringi tabuhan musik tradisional.

Di KWT rupanya sudah menanti ribuan warga, termasuk Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Setelah doa bersama yang dipimpin sesepuh Temas, gunungan tumpeng diserbu pengunjung, memedi sawah ditancapkan, rantang-rantang dibuka, saatnya makan bersama warga. Warga asal Somalia tampak enjoy menari Sanduk di antara warga Temas di penutup acara.

"Kita lihat, ini event yang bagus sekali. Sudah punya ciri khas, ini wisatawan luar kalau datang pasti senang karena unik. Ada makan di tengah sawah bareng warga," ujar Dewanti di akhir kunjungan.

Ada beberapa hal yang ingin dimaksimalkan, seperti kemasan event, dan terutama koordinasi antar pelaku wisata di Kota Wisat Batu (KWB).

"Saya ingin mengadakan pertemuan mulai tingkat desa, kecamatan sampai dinas pariwisata dan pelaku usaha (wisata) untuk mengemas ini. Suasana dan lokasinya tetap di sini. Yang sekarang belum optimal adalah koordinasi semua event antara pemkot - pelaku usaha wisata kemudian publikasinya," sambung Dewanti.

Banyaknya event/festival berbasis akar rumput seperti KWT di Malang Raya sepertinya memang belum diimbangi dengan kekuatan publikasi, terutama kepastian jadwal di jauh-jauh hari agar calon pengunjung dari luar bisa memaksimalkan waktunya selama di Malang Raya.

Ini adalah potensi yang besar Ngalamers, apalagi saat bulan September seperti ini hampir tiap pekan di wilayah Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang memiliki destinasi event. Perayaan Kemerdekaan RI, Bulan Muharram/Suro, Festival Kampung, dan Ulang Tahun Kabupaten.

"FKT ini event yang keren, meski ada beberapa masukan yang nanti akan kami bicarakan dengan pihak desa," kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono. Salah satu yang dimaksud adalah waktu penyelenggaraan yang terlalu jauh jarak antar event (enam hari, hanya di sabtu-minggu di bulan September).

Imam menyebut, untuk menjadi sebuah desa wisata, sebuah desa haruslah memiliki beberapa poin berikut: atraksi, destinasi, akomodasi. Kombinasinya akan menjadi sebuah nilai plus untuk wisata.

"Di Temas sudah ada semuanya. Sebentar lagi akan kami inventarisir event-event di tiap desa di Kota Wisata Batu yang menarik seperti ini sehingga agenda tahunan akan terususun rapi dalam waktu dekat. Tentunya akan kami ajak pihak perhotelan (PHRI) dan travel untuk kerjasama," kata Imam.

Pilar wisata lain yang akan dikuatkan Dinas Pariwisata, kata Imam adalah faktor kelembagaan (Pokdarwis, Komunitas Local Guide) dan promosi.

"Ketika kalender event wisata di KWB sudah tersusun, kami akan coba koordinasikan dengan pihak Kabupaten dan Kota Malang agar jadwal bisa terintegrasi, sehingga mengangkat Malang Raya secara keseluruhan, termasuk penggarapan eventnya agar lebih serius," pungkasnya.

Dinas Pariwisata Kota Batu mencatat bulan-bulan seperti Februari, Maret, Mei, Juni, Oktober, November terjadi penurunan jumlah wisatawan ke KWB. Di bulan-bulan inilah yang nantinya akan dicoba cara menarik lebih banyak kunjungan, salah satunya dengan event-event seni budaya.

Festival Kampung Tani #5 masih akan berlangsung di tanggal 22 dan 23 September 2018 di area KWT di belakang Kelurahan Temas. Lokasi ini hanya berjarak 5 menit dari Alun-alun Kota Wisata Batu.



BACA JUGA