Wednesday, 27 March 2019
halomalang.com

Wangi Semerbak Malang Flower Carnival Sampai Mancanegara

Malang Flower Carnival didaulat sebagai satu dari 100 Event Wonderful Indonesia yang spektakuler menyaingi parade sekelas Jember Fashion Carnaval & Banyuwangi Ethno Carnival

Pesona Bunga Nusantara, Foto: Bayu Wardhana/Halomalang

Malang Flower Carnival (MFC) semakin menggemakan pamornya di dalam pariwisata Nasional. Sebagai karnaval bertema bunga terbesar di Indonesia, pergelaran tahunan kebanggan warga Malang ini kembali digelar ke 8 kalinya pada Minggu, 16/09/2018. Dengan mengusung tema eksotika & keindahan bunga-bunga Indonesia, tidak kurang dari 220 peserta yang mewakili daerah-daerah di Nusantara & mancanegara melenggang di atas runway sepanjang 800 meter di Jl. Besar Ijen.

Tidak bisa dipandang sebelah mata, MFC pun telah didaulat dalam daftar “100 Event Wonderful” paling spektakuler di Indonesia oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia & menjadi salah satu event yang tidak bisa dilewatkan begitu saja dari list kalender event tahunan Ngalamers. Event ini pun sukses menjadi magnet yang menarik wisatawan lokal & mancanegara berbondong-bondong datang ke Malang.

Ngalamers pun patut berbangga, karena MFC telah tersohor di ajang pariwisata internasional. Di antaranya sebagai The Best Performances dalam Parade Budaya Internasional di Moskow Rusia, Best National Costume, dan Miss Queen Tourism Ambassador International, di Kuala Lumpur Malaysia.

"Event-nya keren. Kostum Malang Flower Carnaval itu sudah keliling di berbagai travel mart, festival, dan show di berbagai penjuru dunia. Dan selalu menjadi ajang selfie dan mendapat perhatian khusus pengunjung booth Wonderful Indonesia," ujar Menpar Arief Yahya, dikutip dari Liputan6.com.

Uniknya, kostum yang dikenakan peserta mengandung setidaknya mengandung 30% unsur bunga imitasi & 70% ornamen artificial/buatan dari bahan daur ulang industri & sampah rumah tangga. Namun partisipan tak perlu khawatir terpapar masalah kesehatan, karena bahan kostum telah ditangani dengan sanitasi yang baik. Hal ini selaras dengan misi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) yang sedang digencarkan Kemenpar, yaitu memperhatikan kelestarian lingkungan seiring meningkatnya sektor pariwisata di suatu daerah.(BA)



BACA JUGA