Saturday, 17 November 2018
halomalang.com

Bersenang-Senang dengan Single “White Room” dan Menyelami Siklus Kehidupan Lewat Album Kedua Coldiac “O”

18-Oct-2018 [10:00]
Mewakili sisi terang dari Coldiac, lagu ini menceritakan pengalaman seorang lelaki yang siap untuk menyambut kembali cinta dalam hidupnya setelah mengalami patah hati.

Ada waktunya untuk tertawa, ada waktunya untuk bersedih. Menjadi bagian dari siklus kehidupan, emosi-emosi manusia ini diterjemahkan oleh Coldiac, band beraliran urban-pop asal Malang lewat karya terbarunya “O”. Berisikan 12 track, album yang dirilis di bawah naungan GZZ Records ini resmi dilepas tanggal 12 Oktober 2018. Judul “O” sendiri dipilih untuk menggambarkan sebuah siklus kehidupan dan mendengarkan lagu-lagu di dalamnya diibaratkan dengan pengalaman menaiki roller-coaster. “The album is like a roller coaster, and it will take you to every moment of your life to remind you about the past and the future”, ungkap Coldiac. Album yang bisa dinikmati di berbagai kanal digital seperti JOOX, Spotify, Apple Music dan lain-lain ini berisikan single pertama dari album kedua yang telah dirilis sebelumnya yakni “TARA” serta single kedua “White Room” yang baru dirilis bersamaan dengan album “O”.

“White Room” menjadi antitesis dari “TARA” yang bernuansa gelap. Mewakili sisi terang dari Coldiac, lagu ini menceritakan pengalaman seorang lelaki yang siap untuk menyambut kembali cinta dalam hidupnya setelah mengalami patah hati. “Liriknya sendiri kita ingin menceritakan sebuah kondisi seorang laki-laki yang sudah lama tidak percaya cinta, tapi akhirnya siap untuk kembali jatuh cinta. It’s a good vibe!,” jelas band yang telah memiliki dua album penuh ini. Dari segi musik, irama-irama khas Coldiac yang fun, easy-listening, serta dinamis membuat “White Room” mudah dicerna. Singkat kata, lagu ini mampu membuat pendengarnya mengangguk-anggukan kepala, menggoyangkan badan mengikuti irama hingga tanpa sadar ikut menyanyikan.

Music Video dari “White Room” juga dirilis bersamaan melalui akun Youtube Coldiac dan disutradarai oleh Wahyu Taufan Prialangga. Pria yang juga menjadi otak dari lahirnya video klip band ini kali ini menggunakan permainan warna serta lighting dalam pembuatan konsep video yang digodok bersama-sama dengan seluruh personel Coldiac. Penggunaan warna-warna bold seperti merah, jingga, dan serta berbagai spektrum warna di bagian lighting didukung dengan koreografi dari para personel menjadikan video klip “White Room” sangat menyenangkan untuk dinikmati. Coldiac mengungkapkan mereka tidak mengalami kesulitan untuk melakukan gerakan-gerakan yang dilakukan di video klip “White Room”, berkat arahan dari koreografer George Wawolangi.

Lebih lanjut, Sambadha (vokal-gitar), Mahatamtama Arya Adinegara (vokal-gitar), Derry Rith Haudin (synth-keys), Bhima Bagaskara (bass), dan Judha Widhita (drum) menyajikan keseluruhan materi yang lebih dewasa di era kali ini, baik dari single-single yang dirilis maupun album penuhnya. Penguatan sisi visual dengan penggunaan warna-warna unik juga mendukung transformasi Coldiac di album keduanya. Saatnya menikmati beragam emosi manusia lewat “O” dan “White Room” di berbagai kanal streaming digital.


BACA JUGA