Monday, 17 December 2018
halomalang.com

​Carnevil! Ketika Si 'Creepy Clown' Menyasar Perayaan Oktober Fest Museum Angkut

Jangan harap melihat teror balon merah di lubang-lubang selokan, warga Gangster Town justru dihadapkan pada drama penculikan di atas karpet merah.

Pesta Halloween CarNevil Museum Angkut + Movie Star Studio diisi oleh para badut menyeramkan, juga parade mobil-mobil klasik Eropa. Sabtu (27/10/2018).

Kabar berhembus, sebuah grup sirkus aneh menebar teror dari sebuah desa kecil ke seantero kota. Hobi para badut ini tertawa dan bersenang-senang, hingga kemudian serangkaian penculikan mengikutinya. Belakangan, si badut kejam Penywise diketahui menjadi pemimpin kelompok. Tentu kalain ingat kan sosok berhidung merah, berkostum mencolok yang gemar berucap "Want a balloon?," ini.

Rupanya mereka tengah berpesta di sudut Gangster Town, Batu City. Tak hanya balon, para badut menggelar karpet merah untuk mengarak korban. Sejumlah kendaraan klasik terparkir di sisi kiri kanan. Sorot lampu dan dentuman EDM mengiring tarian kawanan penjahat ini, di hadapan ratusan orang yang hanya terdiam dengan smartphone merekam. Apa selanjutnya? Pemilihan badut terbaik menjadi puncak pesta!.

Ini adalah bagian dari teatrikal CarNevil pesta halloween ke-5 Museum Angkut + Movie Star Studio Jawa Timur Park yang digelar pada Sabtu (27/10/2018) lalu di area ujung Gangster Town.

"Ini bagian dari rangkaian Oktober Fest kita, closingnya CarNevil," ujar Endang A. Shobirin, Manajer Operasional Museum Angkut usai parade sebelumnya.

Pesta halloween ini diikuti sekitar 300 peserta dari umum, komunitas, dan perguruan tinggi di Malang. Edukasi juga menjadi perhatian. "Kita libatkan para akademisi dari Univ. Brawijaya dan kampus lain dalam hal tata dekor ruang. Ilmunya sangat mendukung kegiatan selama Oktober Fest. Lalu ada kostum dan make-up, semua di sini bisa berkreasi," sambungnya.

Tak hanya kostum, make-up atau tata ruang, pihak Museum Angkut juga menggelar kompetisi bagi para jurnalis.

CarnEvil dibagi selama tiga hari penyelenggaraan Ngalamers, 26, 27, 28 Oktober 2018. Pernak-pernik horor bertemakan badut menghiasi sudut Museum Angkut, termasuk dandanan para pegawainya. Tak hanya itu, menurut Endang, komunitas kendaraan VW juga turut meramaikan.

"Ini mengangkat Museum Angkut sebagai tujuan wisata tematik yang juga ada Movie Star Studionya. Kendaraan (maupun tokoh yang dihadirkan) sudah diakui internasional. Juga sajian hiburannya. Fun!," jelas Endang.

Sajian lifestyle ala Bavaria selama sebulan penuh ini turut mendongkrak jumlah kunjungan Museum Angkut hingga 15 % di bulan Oktober. Budaya ala Jerman atau Barat yang hadir setiap tahunnya ini adalah bagian dari sisi entertainment yang dihadirkan. Tidak semuanya diikuti, selain kostum ala Bavaria, di tiap akhir pekan digelar Welcoming Dance yang seru. Penyelenggara juga tidak menyediakan Bir yang identik dengan Oktober Fest di Jerman.

"Kita punya alat transportasi mereka, ini yang sebenarnya kita tunjukkan. Karena kalau hanya didisplay biasa, kadang kurang mengena di pengunjung. Dan dari keseluruhan event ini, pengunjung sangat antusias," pungkas Endang.

Firda, salah satu pengunjung yang sempat menikmati parade CarNevil di sore sebelumnya mengaku cukup terhibur. Parade ini diisi oleh para badut peserta kompetisi kostum dan make-up, serta para karakter tokoh superhero Hollywood.

"Dulu mungkin tak seseram tahun sebelumnya yang ada hantu dan pernak-pernik lokal, tapi tema badut kali ini sangat menarik. Lucu tapi serem," ujarnya.



BACA JUGA