Monday, 10 December 2018
halomalang.com

Sepuluh Band, Lapakan serta Pameran Meriahkan Pesta Paripurna Suara dari Luar Angkasa

06-Oct-2018 [00:00]
​Kolektif kreatif Kementerian Budaya Urban kembali menggelar suatu acara menarik di penghujung bulan September.

Kredit dokumentasi: Bonifasius Eiji

Kolektif kreatif Kementerian Budaya Urban kembali menggelar suatu acara menarik di penghujung bulan September. Bertajuk Pesta Paripurna Suara dari Luar Angkasa, acara ini dilaksanakan di Ringin Asri Resto di kawasan Soekarno Hatta. Tempat acara yang biasa dikenal sebagai restoran sekaligus museum bagi film-film era 80-an Indonesia disulap menjadi area pentas musik dan pameran serta marketplace. Pengunjung yang datang akan disambut dengan area pameran seni yang dihiasi oleh instalasi 2 serta 3 dimensi dari beberapa seniman muda di Malang. Seniman-seniman yang memamerkan karyanya antara lain Qolby Sifa, Intrglctc, dan Michelle Ruby. Di sisi lain terdapat live mural dari Kongsi Rupa Macan Unggulan yang menggambarkan makhluk hidup serta objek-objek lain dalam gamba mereka.

Setelah itu, kita akan disambut dengan panggung utama di mana acara berlangsung dengan beberapa meja yang menjajakan lapakan. Musisi-musisi yang tampil merupakan musisi dari Malang Raya dengan berbagai genre antara lain rock, pop, post-rock, hip-hop hingga metal. Penampilan diawali oleh Marigold yang kemudian dilanjutkan oleh Head Head, Intenna, Young Savages, Eyesthetic, Beeswax, Much, I’m Sorry I’m Lost, Strider hingga Tryout. Para penonton yang hadir pun beragam mulai dari hip hop enthusiasts hingga punk pop kids yang datang untuk menyaksikan musisi kesayangan mereka. Sekitar 300 penonton yang hadir menikmati musik yang tersaji sambil melihat beberapa lapakan yang ada mulai dari rilisan fisik dari Demajors Malang, hingga kebutuhan graffiti dari Gooder.

Uniknya, lapakan kali ini menyajikan beberapa brand clothing yang telah bekerjasama dengan band yang tampil. Ada kolaborasi antara Beeswax dan Kapal Harum, Intenna dengan Labdagatic, Young Savages dengan Nolsams, serta Remissa dengan Realizm87. Selain itu, ada juga sesi workshop cukil bersama Aswin Nugroho di mana para peserta diajarkan teknik mencukil dan sablon yang bisa dipraktekan langsung. Berlangsung hingga pukul 11 malam, acara ini mengalami sedikit kendala teknis akibat kerusakan genset. Meskipun begitu, para pengunjung tetap larut dalam musik-musik lantunan arek Malang. Semoga ke depannya acara ini semakin baik dengan meminimalir kendala teknis yang ada.


BACA JUGA