Monday, 17 December 2018
halomalang.com

Semangat Kerukunan Dalam Warna-Warni Sanduk

08-Nov-2018 [12:00]
Karakteristik yang melibatkan banyak orang dalam kesenian Sanduk mencerminkan masyarakat Kota Batu yang suka bergotong-royong.

Mungkin belum ada festival seni budaya di Kota Batu- yang melibatkan hampir seluruh pesertanya adalah kaum perempuan- seperti Festival Sanduk.

Di gelaran tahun keduanya, 06 - 07 November 2018, festival yang menampilkan tarian khas Madura ini diikuti 77 kelompok. Satu kelompok terdiri atas 15 penari. Semua memakai kostum khas dengan warna-warni mencolok. Tariannya seirama, penuh energi. Satu slogan yang mereka usung "Poko'e Joget,".

"Kita lihat di sini, ada banyak warna. Kita di sini bersama berkomitmen untuk kemajuan seni Sanduk, ini luar biasa. Dengan kesenian, kita orang Batu menjadi guyub, satu. Apalagi saat ini kita mau menghadapi pesta demokrasi," kata Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu saat membuka Festival Sanduk hari Selasa, (06/11/2018) di amphiteater Gedung Kesenian Mbatuaji.

Festival ini adalah salah satu rangkaian event merayakan HUT Kota Wisata Batu yang ke-17, Ngalamers. Tak lupa, Dewanti mengapresiasi Dinas Pariwisata dan Paguyuban Seni Sanduk Kota Batu sebagai pelaksana acara.

Lokasi acara yang berada di area Gedung Kesenian Mbatuaji bukan tanpa maksud. Menurut Dewanti, saat ini kondisi bangunan gedung memang tidak dalam kondisi baik. Ia menyampaikan wacana akan segera memperbaiki.

"Mudah-mudahan dengan digelarnya event Sanduk ini, gedung ini segera bisa direnovasi. Dan saya minta, nanti setelah direnovasi agar diisi dengan kegiatan-kegiatan seni yang tanpa jeda. Nanti pak Imam Suryono (Kadisparta), secara kontinyu kegiatannya diprogram, dianggarkan dan bisa berjalan kontinyu," sambung Dewanti.

Imam Suryono, Plt. Kadisparta Kota Wisata Batu yang ikut hadir sangat mengapresiasi respon positif para seniman Sanduk maupun permintaan Wali Kota Batu.

"Sesuai UU no.5 Tahun 2017 tentang perlindungan budaya daerah, bahwa 11 borang yang harus dimajukan mulai dari nilai-nilai tradisi, cagar budaya, legenda, sejarah, bangunan, pakaian hingga kesenian. Sanduk ini termasuk kesenian yang ada di Kota Batu, jadi harus dimajukan," kata Imam.

Menurutnya, karakteristik yang melibatkan banyak orang dalam Kesenian Sanduk mencerminkan masyarakat Kota Batu yang suka bergotong-royong. Momen ini tak hanya menjadi ajang siapa yang terbaik, namun juga memberikan kesempatan bagi seluruh warga untuk ikut melestarikan kesenian, terang Imam.

Ada 77 grup Sanduk yang akan berkompetisi selama dua hari. Mereka menari dengan iringan dua lagu. Nantinya akan dipilih tiga kelompok terbaik. Juara pertama akan menerima Piala Bergilir Wali Kota Batu.

"Jika dibandingkan di wilayah lain di Malang Raya, kesenian Sanduk di Kota Batu dibilang berkembang lebih pesat," klaim Imam.

Selain difestivalkan, kesenian Sanduk memang hampir tak pernah absen dari kegiatan-kegiatan tahunan yang diselenggarakan Pemkot Batu. Mulai dari karnaval, hingga event-event festival dalam kampung, Sanduk selalu memberi warna yang khas.

Kota dingin yang dikelilingi pegunungan ini selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata unggulan, juga memiliki demografi yang beragam Ngalamers. Tercatat ada beberapa suku yang telah membaur (Jawa, Madura, Tionghoa, dll) rukun dalam banyak keyakinan dan bahasa.



BACA JUGA