Monday, 17 December 2018
halomalang.com

Temuan di Punden Rondo Kuning Akan Memperkuat Khazanah Budaya Warga Songgokerto

Dian Saraswati, Lurah Songgokerto menyebut jika tak hanya potensi alam yang akan menjadi daya tarik wisata di wilayahnya, namun juga wisata budaya dan purbakala

Doa bersama dipimpin tokoh masyarakat dilakukan sebelum kegiatan eskavasi Punden Rondo Kuning, Songgokerto. Jumat, 23/11/2018. (Dok: Halomalang)

Sebelum matahari beranjak tinggi, Yono tampak membacakan rampai mantra dan doa dalam bahasa Jawa maupun Arab. Intinya adalah meminta kelancaran kepada Tuhan untuk prosesi eskavasi punden di tengah persawahan Songgokerto ini.

Tampak para pejabat Disparta Kota Batu, pejabat Desa serta tim BPCB Trowulan begitu khidmad di atas gelaran terpal biru. Usai prosesi, Jenang Sengkolo dan Ingkung ayam menjadi santapan bersama.

"Untuk pak Wicaksono dan bu Widya beserta tim, semoga diberi kelancaran dan keselamatan. Dan semoga temuan apapun nanti bermanfaat bagi masyarakat Songgokerto," kata Yono, (Jumat, 23/11/2018).

Yono adalah tokoh masyarakat Dusun Krajan, Songgokerto yang dipercaya untuk memimpin sejumlah ritual adat yang sering dilakukan di area Punden Rondo Kuning (Nyi Sutinah). Mulai Kamis (22/11/2018) area sekitar punden tengah ditandai untuk proses eskavasi/penggalian untuk mengetahui struktur atau temuan purbakala di bawah lapisan tanahnya. Penggalian ini berawal dari laporan warga yang menemukan struktur bata merah kuno pada 2017 saat menggali untuk pondasi.

"Kami sangat mengapresiasi. Temuan apapun nanti, kita akan lebih tahu tentang budaya-budaya (masa lalu) yang ada di sini," terang Dian Saraswati, Lurah Songgokerto. Ia menyebut jika tak hanya potensi alam yang akan menjadi daya tarik wisata di wilayahnya, namun juga wisata budaya dan purbakala.

Warga Songgokerto yang berada di kawasan Gunung Banyak ini dinilai masih memegang teguh tradisi kebudayaan. Ia menyebut, di tiap bulan Desember warga Songgokerto akan menggelar ritual selamatan warga.

"Meskipun namanya seluruh kelurahan Songgokerto, tapi warga tetap akan menggelar selamatan di punden dusunnya masing-masing. Acara puncaknya di kelurahan. Event seperti ini yang nanti akan kami kemas menjadi tujuan wisata budaya," sambungnya.

Kelurahan Songgokerto membawahi tiga dukuh/dusun yakni Tambo, Songgoriti, dan Krajan.

"Warga Krajan ya biasanya di punden ini. Di Tambo, nanti ritualnya memotong Sapi terus kepalanya ditanam. Dulunya Kerbau, tapi karena sekarang kerbau sudah jarang ada yang punya diganti Sapi. Inilah yang akan coba kita angkat gaungnya," pungkas Dian.



BACA JUGA