halomalang.com

RYLA Preneur: Menggali Inspirasi Dari Praktisi dan Sesama Milenial di Transformer Center

24-Feb-2019 [19:21]
"Jangan takut untuk memulai. Ketiadaan modal atau keterampilan memang hal yang ditakutkan banyak orang, tapi masuklah ke bidang itu terlebih dahulu. Sehingga nantinya memiliki keterampilan juga pengetahuan akses permodalan," ujar DG Wayan.

'RYLA Preneur: Follow Your Passion, Be The Inspiration' digelar di Transformer Center, Kota Wisata Batu. 22 - 24 Februari 2019. (Dok: Halomalang)

Wajah Fatimah tampak bersemangat usai mencicip beberapa snack sample yang disiapkan di sudut masuk pusat merchandise Transformer Center / SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, Sabtu (23/02/2019).

Tak hanya berkomentar soal rasa, ada beberapa hal membekas yang Imah rasakan usai mendapat gambaran pengelolaan dan omset tahunan pusat oleh-oleh tersebut. "Ingin nyoba hal-hal kecil (enterpreneur) baru. Lebih ke makanan. Soalnya sudah turun temurun di keluarga. Nenek punya home industri bumbu, mama kuliner, paman yang tinggal di AS juga punya food truck sendiri," ujar Imah.

Gadis 19 tahun asal Surabaya ini adalah satu dari 31 Rotaract peserta RYLA (Rotary Youth Leadership Award) dari 26 Rotary Club yang digelar Rotary Distric 3420 Indonesia. Selama tiga hari, 22-24 Februari 2019 mereka menempa diri, belajar bagaimana mengembangkan passion enterpreneur dan menginspirasi orang di sekitarnya. Bagi Ima dkk, belajar bersama para siswa SPI sangat menyenangkan. Selain usia tak terpaut jauh, di Transformer Center mereka sudah dididik menjadi enterpreneur mandiri sejak awal.

"Yang penting saya jadi tahu basic saya sendiri, apa yang akan dikerjakan, serta apa kebutuhan untuk memulai," sambung Imah bersemangat karena didukung penuh keluarganya. Apa yang selama ini dikerjakan para siswa SPI di beberapa start-up businessnya bagi Imah dkk sangatlah keren. Secara berkelompok, peserta RYLA 2019 diajak tour ke divisi restaurant, food production, showbiz, hydroponic, dan marchendise Transformer Center.

Mengenal lebih dekat bagaimana start up tersebut dikelola dari nol, berkembang, hingga menghasilkan omzet miliaran rupiah per-tahun. Karakter, tekad, disiplin, keinginan untuk maju adalah beberapa poin yang diceritakan para enterpreneur muda SPI, para pelakunya.

"Inilah salah satu alasan kenapa Transformer Center ini kami pilih," ujar I Wayan Suryawan, District Governor Rotary 3420 dalam sesi pengenalan (legal) UMKM.

"Sekarang ini banyak anak muda ingin usaha, tapi tak ada lingkungan untuk jadi pengusaha. Ini lebih sulit. Karena butuh proses yang lebih, berbeda dengan seorang professional. Meniti karir dari awal-supervisor-manajer-good professional yang gajinya bagus, fasilitasnya bagus. Akhirnya tidak berani melangkah keluar, terlalu nyaman. Ini ok, selama ia bisa berpikir enterpreneur. Menabung untuk usaha, atau investasi." sambungnya.

Ini persis apa yang dilakukan Wayan dari awal karir hingga kini menjadi seorang enterpreneur dan praktisi berpengalaman. "Jangan takut untuk memulai. Ketiadaan modal atau keterampilan memang hal yang ditakutkan banyak orang, tapi masuklah ke bidang itu terlebih dahulu. Sehingga nantinya memiliki keterampilan juga pengetahuan akses permodalan," tegasnya.

Hal tersebut juga diamini oleh Mr. Mohan Vaswany, Owner Tolaram Foundation selaku sponsor utama RYLA 2019 dari Rotary of Singapore yang hari itu hadir memberi inspirasi.

"Yang terpenting itu angan-angan kita, ulet, fokus, mau belajar. First step, ikuti kata hati kita. Passion!," ujar pria 80 tahun pemiliki Tolaram Group, perusahaan multinasional yang berbasis di Singapura.

Didirikan pada 1948 di Indonesia, Tolaram memiliki beragam diversifikasi usaha, seperti consumer goods, infrastruktur, distribusi, energi, layanan finansial, layanan digital, paper products, tekstil, serta real estate. Produknya telah menyebar di 75 negara. Usai sharing dan diskusi singkat dengan peserta RYLA yang tahun ini bertemakan 'RYLA Preneur: Follow Your Passion, Be The Inspiration', Mohan yang didampingi sang putra ikut merayakan 114 tahun Rotary Internasional. Tampak di antaranya adalah PP Yenni Pratiwi dari Rotary Club Malang Central didampingi PP Putu dan PP Eka.

"Ini adalah acara Distric 3420 (Indonesia Timur). Setahun sekali. Dan tahun ini Malang Central menjadi tuan rumahnya. Pesertanya dari Solo hingga Papua. Rata-rata usianya di atas 17 tahun," terang Yenni kepada halomalang. Wanita asal Batu ini juga didaulat sebagai salah satu pemateri perihal legalitas dalam sebuah UMKM.

Event RYLA fokus pada para pelajar menengah, mahasiswa, hingga profesional muda. Dengan topik utama dasar-dasar kepemimpinan, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, manajemen konflik, juga komunitas - global citizenship.

Usai pemaparan UMKM dan start up business, peserta RYLA diajak uji kemampuan tim dalam permainan Kingdom Adventure yang seru di wahana Transformer Center. Malam harinya dilanjutkan dengan night reflection dengan menghadirkan Philipus, seorang trainer pakar hipnosis asal Surabaya.

Di puncak acara hari kedua ini, peserta akan belajar bagaimana untuk manajemen konflik, percaya diri dan memunculkan kekuatan dari dalam diri mereka sendiri.